Jumat, 19 Oktober 2012

MAKALAH





MAKALAH EJAAN

Makalah ini ditujukan untuk mamanuhi salah satu tugas TPKI
    Dosen pengampu: Dra.Siam, SE   














Disusun Oleh :
Ahmad muthohir










Sekolah Tinggi Agama Islam Hasanuddin
Pare-Kediri





KATA  PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kepada Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul ’’EJAAN.‘’ Meskipun mengalami kesulitan dalam proses pembuatannya, tetapi kami berhasil menyelesaikannya dengan baik.
Kami juga mengucapkan terima kasih kepada:
1.    Dra. Siam,SE, selaku dosen pembimbing kami
2.    Teman-teman mahasiswa yang telah memberi kontribusi langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan makalah ini.
Kami berharap makalah ini dapat membei manfaat berupa pengetahuan, wawasan dan pemahaman yang lebih luas dan menyeluruh, khususnya bagi kami tim penyusun dan umumnya bagi pembaca.
Kami menyadari makalah ini kurang sempurna.Oleh sebab itu, kami membutuhkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan penulisan makalah selanjutnya.
   
Pare,25 Desember 2011

Penyusun



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah
    Bahasa adalah alat komunikasi yang penting, dalam berinteraksi atau berdialog dengan orang lain dibutuhkan penggunaan bahasa yang mudah dipahami. Setiap negara memiliki ragam bahasa, baik bahasa resmi yang digunakan pada saat acara yang bersifat penting, resmi atau kenegaraan. Bahasa resmi yang dipakai adalah bahasa nasional yang dimiliki oleh suatu negara, bahasa yang bersifat menyeluruh {universal}, yang menjadi pemersatu bangsa. Selain bahasa nasional, dalam wilayah biasanya memiliki bahasa daerah.Sebuah ragam bahasa yang di pakai wilayah tertentu dalam suatu negara, yang menjadi bahasa sehari- hari dalam ber interaksi.
    Indonesia, salah satu negara di dunia yang kaya akan kebudayaan, memilki lebih dari 700 ragam bahasa dari suku bangsa yang berbeda. Untuk mempersatukan berbagai corak bahasa tersebut dibutuhkan bahasa pemersatu sebagai bahasa nasional negara. Indonesia memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan pemersatu. Dalam perkembangannya, bahasa Indonesia juga tak luput dari perubahan tatanan dan susunan kebahasaan.





    Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi negara yang pasti memiliki aturan-aturan baku dalam penyusunannya, aturan-aturan tersebut bersifat mutlak, artinya dalam penyusunannya  harus berdasar kepada kaidah penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahasa selalu mengalami perkembangan begitu juga bahasa Indonesia. Oleh sebab itu, dalam penyusunannya berpedoman kepada EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).
    Sejak dipakainya bahasa Indonesia tahun 1972 hingga sekarang pasti mengalami perkembangan dan perubahan. Salah satu hal terpenting yang digunakan dalam konteks penulisan dan percakapan adalah ejaan. Ejaan juga mengalami perubahan, namun kaidah dan aturannya berpedoman pada EYD yang terdapat pada KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Oleh karena itu, dalam pembuatan makalah dan karya ilmiah lainnya harus di sesuaikan dengan aturan yang ada.
    Ejaan menurut KBBI adalah kaidah-kaidah cara mengambarkan bunyi-bunyi (kata,kalimat,dan sebagainya) dalam bentuk tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda baca (koma,titik,tanda seru,tanda tanya,titik dua,dan sebagainya). Dalam pembuatan karya ilmiah diharuskan ejaan yang dipakai adalah ejaan baku yang sesuai dengan EYD. Mengaju pada definisi yang ada, ejaan yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah tidak boleh”lari” atau”menyimpang” dari aturan yang ada. Namun, sering kali civitas akademik lalai dan kurang perhatian dalam penulisannya.




 Penggunaan huruf kapital, tanda baca, huruf kecil, singkatan, akronim, dan sebagainya, tidak sesuai peletakannya dalam konteks pembahasan. Oleh sebab itu di butuhkan kontribusi dari berbagai pihak yang mendukung dalam memahami ejaan.
1.2  Rumusan masalah
1.    Apakah definisi dari ejaan ?
2.    Bagaimanakah pemakaian huruf  baik dan benar menurut kode etik bahasa Indonesia ?
3.    Bagaimanakah pelafalan huruf yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia ?
4.    Bagaimanakah penulisan kata dan partikel yang benar ?
5.    Bagaimanakah penulisan tanda baca yang benar menurut kaidah bahasa Indonesia ?
1.3  Tujuan pembahasan
1.    Mengetahui dan memahami definisi dari ejaan.
2.    Mengetahui dan tata cara penggunaan huruf baik dan benar menurut kode etik bahasa Indonesia.
3.    Memahami cara pelafalan huruf yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
4.    Mengetahui dan memahami cara penulisan kata dan partikel yang benar.
5.    Mampu mempraktikkan cara penulisan tanda baca yang baik dan benar.




BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Singkat Ejaan
 Ejaan-ejaan untuk bahasa Melayu/ Indonesia mengalami beberapa tahapan sebagai berikut:
1.    Ejaan van Ophuijsen
Ejaan ini ditetapkan pada tahun 1901 yaitu ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin. Van Ophuijsen merancang ejaan itu yang dibantu oleh Engku Nawawi Gelar Soetan Ma’moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim. Ciri-ciri dari ejaan ini yaitu:
1.    Huruf j untuk menuliskan kata-kata jang, pajah, sajang, dsb.
2.    Huruf oe untuk menuliskan kata-kata goeroe, itoe, oemoer, dsb.
3.    Tanda diakritik, seperti koma ain dan tanda trema, untuk menuliskan kata-kata ma’moer, ’akal, ta’, pa’, dinamai’, dsb.
2.    Ejaan Soewandi
Ejaan ini diresmikan pada tanggal 19 Maret 1947 menggantikan ejaan sebelumnya. Ejaan ini lebih dikenal dengan nama ejaan Republik. Ciri-ciri ejaan ini yaitu:
1.    Huruf oe diganti dengan u pada kata-kata guru, itu, umur, dsb.




2.    Bunyi hamzah dan bunyi sentak ditulis dengan k pada kata-kata tak, pak, rakjat, dsb.
3.    Kata ulang boleh ditulis dengan angka 2 seperti pada kanak2, ber-jalan2, ke-barat2-an.
4.    Awalan di- dan kata depan di kedua-duanya ditulis serangkai dengan kata yang mendampinginya.
3.    Ejaan Melindo (Melayu Indonesia)
Konsep ejaan ini dikenal pada akhir tahun 1959. Karena perkembangan politik selama tahun-tahun berikutnya, diurungkanlah peresmian ejaan ini.
4.    Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD)
Ejaan ini diresmikan pemakaiannya pada tanggal 16 Agustus 1972 oleh Presiden Republik Indonesia. Peresmian itu berdasarkan Putusan Presiden No. 57, Tahun 1972. Dengan EYD, ejaan dua bahasa serumpun, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia, semakin dibakukan.
Perubahan:







Indonesia
(pra-1972)    Malaysia
(pra-1972)    Sejak 1972
Tj    ch    c
Dj    j    j
Ch    kh    kh
Nj    ny    ny
Sj    sh    sy
J    y    y
oe*    u    u

2.2     Pengertian Ejaan
Ejaan adalah keseluruhann peraturan bagaiman melambangkan  bunyi ujaran dan bagaimana antar hubungan antara lambing-lambang itu ( pemisah dan penggambungannya dalam suatu barisan ). Secara teknis, yang dimaksud dengan ejaan adalah penulisan huruf, penulisan kata dan pemakaian tanda baca.
2.3    Pemakaian Huruf
2.3.1 Huruf Kapital
Huruf kapital digunakan pada :
1.    Huruf pertama pada awal kalimat
Contoh :
Pada suatu hari seorang petani sedang menggembala kerbau, tiba-tiba dia terpeleset.
2.    Huruf pertama kata yang berkenaan dengan agama, kitab suci dan nama Tuhan termasuk kata gantinya
Contoh :
Allah, Yesus, Yudas iskariot, Ahura mazda, Sang yang widi, Sidarta, Injil, Al quran, dll.
3.    Huruf pertama petikan ( kutipan langsung).
Kahlil Gibran , “ Cinta itu adalah siksaan yang mengasikkan.”
4.    Huruf pertama kata yang menyatakan gelar kehormatan, gelar ke agamaan, gelar keturunan, yang di ikuti dengan anaknya.
Contoh :




Presiden Ahmad Fathoni
Kyai Al arabi
Sultan Mangku Wanito Mudo
5.    Huruf pertama nama jabatan atau  pangkat
Contoh :
Prof. Ahmad Fathoni, S.Fil.I.
6.    Huruf pertama nama orang
Contoh:
Vigo Al arabi
7.    Huruf pertama kata yang menyatakan nama bangsa, nama suku dan nama bahasa.
Contoh :
Indonesia, Madura, dll.
8.    Huruf pertama nama tahun, nama bulan, nama hari, nama hari raya dan nama peristiwa sejarah.
Contoh :
tahun Masehi, bulan Oktober, hari raya Idhul Fitri.
9.    Huruf pertama kata yang menyatakan nama dalam geografi.
Contoh :
Selat Malaka, Danau Tempe, Pelabuhan Tanjung Priok.
10.    Huruf pertama kata yang menyatakan nama lembaga atau badan pemerintah, ketata negaraan dan nama dokumen resmi termasuk juga singkatannya.

     Contoh :
     Dewan Perwankilan Rakyat ( DPR )
Depdiknas
11.    Huruf pertama nama buku, nama majalah, nama surat kabar, judul karangan,( kecuali partikel di, ke, dan dari )
Contoh :
Majalah Femina, harian Kompas,
12.    Huruf pertama istilah kekerabatan (seperti bapak, ibu, adik dan saudara) yang dipakai sebagai kata ganti atau serapan.
Contoh :
kata ibu ,” Ayah akan membelikanmu mobil, Nak.”
13.    Huruf pertama singakatan kata yang menyatakan nama gelar, nama pangkat dan istilah sapaan.
Contoh :
Dr.
Ir.
Ny.
Sdr.
14.    Nama kota yang diikuti produk ditulis dengan huruf capital.
Contoh :
gethuk pisang Kediri, gudeg Jogja,
15.    Nama produk ( karya ) seni.
Contoh :
ukiran Jepara, kampung inggris Pare, dll.
2.3.2 Huruf Kecil
Huruf kecil digunakan pada posisi-posisi yang tidak menggunakan huruf capital .
2.3.3 Huruf Miring
Huruf miring dalam tulisan tangan atau ketikan diberi garis bawah tunggal. Huruf miring digunakan untuk :
1.    Penulisan nama buku, nama majalah, nama surat kabar, nama surat kabar, yang dikutip dalam karangan.
2.    Menegaskan atau mengkususkan huruf, bagian kata atau kelompok
Kata .
3.    Menuliskan istilah ilmiah atau ungkapan asing, kecuali yang sudah di sesuaikan bacaannya.
1.2.4 Huruf Tebal
Huruf tebal dalam tulisan tangan atau ketikan yang akan di cetak tebal diberi garis bawah ganda. Hurif tebal berfungsi untuk menandai kata-kata yang dianggap penting.
2.4    Penulisan Kata dan Partikel,

2.4.1    Penulisan kata dasar
Penulisan kata dasar sering dihadapkan pada penulisan baku dan tidak baku.
Contoh : 
Hierarki ( Benar )
Hirarki ( Salah )
2.4.2    Penulisan Kata Ulang
Penulisan kata ulang menggunakan tanda ( - ). Bahasan kata ulang mencangkup gabungan kata dasar, gabungan kata berimbuhan, gabungan kata dasar berubah bunyi, dan penggunaan gabungan kata harus berdasar pedoman baku sebagai berikut :
1.    Pengulangan kata dasar
Contoh :
Cakap-cakap, Kecil-kecil ( benar )
Cakap2 ( salah )
2.    Pengulangan kata berimbuhan
Contoh :
Beramai – ramai ( benar )
Ber – ramai2 ( salah )
3.    Pengulangan Gabungan kata
Contoh :
Gedung – gedung tinggi ( benar )
Gedung tinggi – gedung tinggi.
4.    Pengulangan kata berubah bunyi
Contoh :
Mondar - mandir
Hiruk – pikuk
2.4.3    Penulisan Gabungan Kata
1.    Gabungan kata yang berupa kata majemuk
Contoh :
Jasa marga, rumah sakit, wesel pos ( benar )
Jasamarga, rumahsakit weselpos ( salah )
2.    Gabungan kata serangkai
Contoh :
Barangkali, Bumiputra, daripada ( benar )
Barang kali, Bumi Putra, Dari pada ( salah )
3.    Gabungan kata terikat dan kata bebas
Contoh :
Antarkota, Caturwarga, ( benar )
Antar kota, catur warga ( salah )

BAB III
PENUTUP
3.1    KESIMPULAN
1.    Ejaan adalah : keseluruhann peraturan bagaiman melambangkan  bunyi ujaran dan bagaimana antar hubungan antara lambing-lambang itu ( pemisah dan penggambungannya dalam suatu barisan ).
2.    Materi kajian EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) menyajikan :
a.    Pemakaian huruf :
1.    Huruf kapital
2.    Huruf kecil
3.    Huruf tebal
b.    penulisan kata dan partikel
1.    Penulisan kata
a.    Penulisan kata dasar
b.    Penulisan gabungan kata
c.    Penulisan kata ulang
d.    Penulisan kata depan
e.    Penulisan partikel
f.    Penulisan kata ganti
g.    Penulisan kata serapan
h.    Penulisan ejaan kata serapan
i.    Penyesuaian akhiran asing
j.    Penulisan angka dan lambang bilangan
k.    Penulisan bentuk singkat,  dan akronim
l.    Pemenggalan kata.


3.    Tanda baca
a.    Tanda titik.
b.    Tanda koma.
c.    Tanda titik dua.
d.    Tanda hubung.
e.    Tanda pisah.
1.2 Saran
1. Sebaiknya saat pembuatan karya tulis (makalah, artikel, dll) harus menyesuaikan EYD ( Ejaan Yang Disempurnakan )
2. Sebelum membuat karya tulis pahami benar aturan-aturan yang berlaku dalam penulisan karya tulis yang benar
3. Kembangkan kemampuan menulis dengan EYD secara konsisten
4. Biasakan diri menggunakan EYD yang benar.

DAFTAR  PUSTAKA
Arifin, E.Zaenal dan Amaran Tasai.2000.Cermat Berbahasa Indonesia.Jakarta: Akademika Presindo.
Hs, Widjono, 2007, Bahasa Indonesia, Jakarta:PT. Grassindo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar