Jumat, 19 Oktober 2012

hadis

Bahasa arab
Disusun untuk memenuhi tugas tersetruktur mata kuliah: Bahasa Arab
Dosen Pengampu: Drs. Hudhori. M. Pd. I.



 


Disusun Oleh : Kelompok(6)
Ahmad Muthohir




SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM HASANUDDIN PARE
Oktober, 2012.


KATA  PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ulumul hadist yang judul “SISWA YANG CERDAS “ini dengan baik.
Kami ucapkan terima kasih yang secara khusus kami sampaikan kepada:
1.    Drs.,.,.,.,.,., M,pdi selaku dosen mata kuliah ulumul hadist
2.    ....................selaku teman sekelompok(12)yang membantu mempersiapkan dan menyelesaikan makalah ini.
Penulis berharap makalah ini dapat membantu anda dalam memahami, mempelajari dan menyikapi ilmu –ilmu hadis kususnya hadist qudsi.
kami  menyadari dalam penyusunan karya ini pastilah masih banyak kekurangan dan tentunya masih jauh juga dari kesempurnaan oleh karena itu kami mohon kepada semua pembaca apa bila menemukan kesalahan atau kekurangan kami berharap pembaca mau untuk membenahinya agar menjadi lebih baik.

Penyusun
AHMADMUTOHIR









BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah.

Ada banyak ulama periwayat hadits, namun yang sering dijadikan referensi hadits-haditsnya
Banyak orang yang bisa membaca al-Qur’an tetapi tidak banyak dari mereka yang mengerti maksud dari  ayat–ayat  al-qur’an tesebut,  apa lagi kata-katanya berlughot ‘arab. padahal di dalamnya memuat banyak hal-hal yang perlu untuk di ketahui oleh semua umat manusia.
Untuk itu kami selaku penulis berusaha akan menguraikan sebuah makalah yang di dalamnya sedikit mengupas tentang hal-hal yang berhubungan dengan bahasa ‘arab dan semoga bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi penyusun, Amiiin.

BAB, II


D.    Rumusan Masalah.
Dalam makalah ini kami akan menjelaskan tentang terjemah(arti), definisi  kalimah dan jumlah serta pembagia-pembagiannnya.
E.    Pembahasan.

BAB, III

1.    Terjemah
a)    Ahmad bangun dari tidurnya pagi-pagi sekali, setelah terlelap di malam yang panjang, belum lama dia tidur kemudian dia melihat pada jam di dinding sudah hampir jam 03-00 pagi, tidak lama kemudian terdengarlah suara adzan yang keras di desanya, Ahmad merasa damai kemudian dia langsung bergegas dari tempat tidurnya berwudzu kemudian melakukan sholat subuh setelah melaksanakan sholat dia berdo’a kepada Allah SWT “Allohummagh firlyi dzunubyi walyi walidayya warhamhuma kama robbayanyi shoghiroh”Amiin.
Artinya; Yaa Allah ampunilah segala dosa–dosaku dan segala dosa-dosa kedua orang tuaku dan sayangilah mereka sebagai mana dia menyayangiku semasa kecilku dulu.Semoga Allah mengabulkan do’a kami.
b)    Ahmad kembali ke tempat tidur untuk yang ke dua kalinya sambil menunggu terbitnya fajar matahari untuk pergi ke kota, dengan angkot yang pertama untuk mengetahui pengunguman hasil nilai fakultas kedokteran.
c)    Ahmad masih ingat pengalaman masa lalu ,dulu dia seorang murit di sekolah menengah (MTs) dan dia sangat menyukai madrasah tersebut namun tiba–tiba orang ayahnya meninggal, dia sangat sedih atas kejadian itu kemudian dia pergi meninggalkan sekolahannya untuk membantu ibu, saudara laki-laki dan saudara prempuannya.
d)    Ahmad sudah lima tahun bekerja di pabrik, dia sering teringat pada ayahnya, dulu ayahnya pernah memberikan motifasi tentang ilmu dan beliau menjelaskan hadist Rasullulloh pada Ahmad yang berbunyi “Uthlubuul ‘ilma minal mahdi ilal lahdi”.
e)    Telah di buka sekolah menengah (MTs) malam di desanya, kemudian Ahmad ikut serta dalam madrasah tersebut dan dia akan bekerja di waktu paginya dan akan belajar (sekolah) di waktu sore harinya, Ahmad bersungguh-sungguh mengkuti pelajaran setelah dua tahun dia mendapatkan ijazah MTs dan dia merupakan peringkat pertama, kemudian dia terpilih oleh pemerintah untuk melanjutkan studunya di perguruan tinggi kemudian dia mengambil fakultas kedokteran dia belajar di sana selama 5 tahun.
f)    Sinar matahari menembus ke dalam ruangannya kemudian Ahmad menanggalkan bajunya dengan bergegas dia menuju halte dan menaiki mobil yang pertama menuju kota. Di dalam mobil cuma ada satu penumpang, ketika mobil sudah sampai tujuan Ahmad langsung menuju kampusnya.
g)    Ahmad membaca nama-nama yang berhasil lulus di perkuliahannya. Segala puji bagi Allah ternyata dia berhasil menjadi dokter sekarang dia ingin sekali pulang ke kampung halamannya untuk memberitakan kabar ini pada saudara laki-laki dan perempuannya sebetulnya mereka semua sedang menanti berita yang sangat membahagiakan ini.

BAB, IV


2.     Definisi Kalimah dan pembagiannya.
Kalimah dalam istilah lughot ‘arab di sebut kata kalimat yang (kerja/benda) yaitu kata yang lebih dari satu dan disandarkan pada kalimah lain untuk mendapatkan faidah sempurna .
i.    Kalimah dibagi ada tiga yaitu:
1)      Kalimah isim adalah kalimah yang menunjukkan arti benda(hidup/mati). Contoh: Sayyarotun (Angkutan Umum/ Bus).Ahmad (nama orang)
2)     Kalimah fiil adalah: Kalimah yang menunjukkan arti pekerjaan(dakholat azi’atuzzamsil gurfatta).
3)     Kalimah huruf adalah: Kalimah yang menunjukkan arti, bila berdampingan dengan kalimah lain atau biasa di sebut juga kata sambung misalnya adalah wawu,an,hal,fi,lam atau min. Contoh: “Istaiqodzo ahmaddu minnaumihi mubakkaron” .
3.    Jumlah:
BAB, V

A.    Definisi Jumlah adalah: ungkapan kata-kata yang memberi faidah(memahamkan) secara umum.
B.    Pembagian jumlah yaitu ada lima, 
1)    Jumlah ismiah adalah: di awali dengan kalimah isim yang disandarkan pada kalimah lain untuk mendapatkan arti sempurna baik secara nampak atau tidak nampak.contoh: Ahmadu rokiba assayyaroti.
2)    Jumlah fi’liah adalah: jumlah yang di dahului dengan fi’il secara nampak/tidak. Contoh: istaiqodzo Ahmadu minnaumihi.
3)    Jumlah dhorfiah adalah: jumlah yang di awali dzorof/huruf jer, contoh: ba’das solati da’a Ahmadu robbahu. 
4)    Jumlah yang punya dua nama(jumlah kubro/sugro) : yaitu jumlah yang di dalamnya memuat dua jumlah (Ismiah dan Fi’liah), contoh: Ahmadu ‘ada abuhu.
Atau di sebut Jumlah Mu’taridzo: yaitu jumlah yang di dalamnya memuat jumlah lain contoh: ”Kola: Rosululloh Solallohu ‘Alaihi Wassalam “Udlubuul ‘ilma minal mahdi ilal lahdi”.
5)    Jumlah zartiah. Adalah jumlah yang menjadi fi’ilnya zarat, contoh: In Dakhola Ahmadu Ad khulu. 
BAB, VI
F.    Penutup/kritik dan saran.
    Dengan demikian selesai sudahlah makalah ini, namun tentunya masih banyak kekurangannya  maka dari itu kami selaku penyusun mengharap keritik dan saran pembaca dan somoga makalah ini  bermanfaat bagi kita semua Amiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar