Perbedaan Manusia dan Binatang
Yang membedakan manusia dengan spesies lain dibumi ini bukan terletak pada kemampuan manusia untuk merasa, untuk mencintai dan dicintai, bukan juga nilai-nilai moral dan etika manusia, apalagi karena ide-ide kreatif manusia dan kebutuhan manusia untuk berkelompok sebagai mahluk sosial. Di alam sekitar dan kehidupan sehari-hari banyak sekali contoh bahwa manusia kalah dengan binatang.
Perbedaan utama adalah kemampuan menciptakan dan menggunakan perkakas, manusia adalah mahluk dengan perkakas, tanpa menggunakan perkakas sudah lama manusia terhapus dari ekosistem dibumi. Kemampuan menerapkan teori menjadi sesuatu yang praktis.
Kemampuan membuat api mungkin adalah penemuan manusia yang paling penting dalam sejarah umat manusia, api membuat manusia mampu untuk memasak, menghangatkan diri dimusim dingin, meningkatkan standar kesehatan, mengolah logam yang kemudian membawa pengaruh besar dalam jalannya sejarah planet bumi.
Banyak sekali contoh peradaban manusia yang runtuh karena gagal mengadopsi teknologi atau gagal menemukan teknologi yang lebih maju seperti inca, maya, mesir, yunani, kesultanan turki, kerajaan sungai indus dan lain-lain. Menolak teknologi adalah bunuh diri.
Seperti yang terjadi dalam sejarah peradaban manusia, siapa yang menguasai teknologi pengolahan logam, dialah bangsa yang berjaya. Semula memakai pisau dari batu kemudian penemuan cara pengelolaan logam seperti perunggu dan besi membuat teknologi batu tidak berarti. Dan sekarang penguasaan teknologi nuklir (plutonium) menjadi bangsa yang mampu menguasainya menjadi super power.
Menolak ilmu pengetahuan, menghambat penyebaran ilmu pengtahuan dan kemajuan teknologi adalah dosa karena Sang Pencipta tidak akan menciptakan otak dikepala manusia sebagai hiasan bila Dia tidak ingin manusia memakainya untuk perbuatan baik.
Para filosof Barat menyatakan bahwa hakikat manusia dan binatang sama. Perbedaannya terletak pada otak. Karena itu mereka berpendapat bahwa manusia itu adalah binatang yang berpikir dan berakal. Para filosof Muslim melengkapinya dengan sarana lain; yaitu akhlak. Alhasil, manusia adalah makhluk yang punya otak dan punya akhlak. Jika hanya punya otak saja, manusia tetap akan bertindak seperti binatang: merasa benar sendiri, tidak menghargai orang lain, suka melanggar norma susila. Akibatnya, manusia akan menjadi lebih sesat daripada binatang. Kata seorang hukama. Ia juga menambahkan bahwa sifat dasar makhluk adalah al-qassatul qalbu (keras hati), al-qilla'ul haya (tak punya malu), dan al-istighalu bi uyubil khalqi (sibuk mengintai kelemahan makhluk lain). Tiga sifat dasar ini dinetralisir oleh kemuliaan dan ketinggian akhlak, sehingga manusia akan berhati lembut, memiliki rasa malu dan toleran terhadap orang lain karena agama.
Perbedaan Manusia dan Binatang
Yang membedakan manusia dengan spesies lain dibumi ini bukan terletak pada kemampuan manusia untuk merasa, untuk mencintai dan dicintai, bukan juga nilai-nilai moral dan etika manusia, apalagi karena ide-ide kreatif manusia dan kebutuhan manusia untuk berkelompok sebagai mahluk sosial.
Di alam sekitar dan kehidupan sehari-hari banyak sekali contoh bahwa manusia kalah dengan binatang.
Perbedaan utama adalah kemampuan menciptakan dan menggunakan perkakas, manusia adalah mahluk dengan perkakas, tanpa menggunakan perkakas sudah lama manusia terhapus dari ekosistem dibumi. Kemampuan menerapkan teori menjadi sesuatu yang praktis.
Kemampuan membuat api mungkin adalah penemuan manusia yang paling penting dalam sejarah umat manusia, api membuat manusia mampu untuk memasak, menghangatkan diri dimusim dingin, meningkatkan standar kesehatan, mengolah logam yang kemudian membawa pengaruh besar dalam jalannya sejarah planet bumi.
Banyak sekali contoh peradaban manusia yang runtuh karena gagal mengadopsi teknologi atau gagal menemukan teknologi yang lebih maju seperti inca, maya, mesir, yunani, kesultanan turki, kerajaan sungai indus dan lain-lain. Menolak teknologi adalah bunuh diri.
Seperti yang terjadi dalam sejarah peradaban manusia, siapa yang menguasai teknologi pengolahan logam, dialah bangsa yang berjaya. Semula memakai pisau dari batu kemudian penemuan cara pengelolaan logam seperti perunggu dan besi membuat teknologi batu tidak berarti. Dan sekarang penguasaan teknologi nuklir (plutonium) menjadi bangsa yang mampu menguasainya menjadi super power.
BEDA MANUSIA DENGAN BINATANG
Para filosof Barat mengatakan bahwa hakikatnyamanusia dan binatang sama. Perbedaannya terletak pada otak . karena itu, mereka berpendapat bahwa manusia itu adalah binatang yang berfikir dan berakal.
Para filosof Muslim melengkapinya dengan sarana lain,yaitu akhlak. Alhasil, manusia adalah makhluk yang punya otak dan akhlak. Seorang hukama berkata “Jika hanya punya otak saja, manusia tetap akan bertindak seperti binatang; merasa benar sendiri, tidak menghargai orang lain, suka melanggar norma susila. Akibatnya, manusia akan menjadi lebih sesat dari binatang.”
Beliau juga menambahkan, bahwa sifat dasar makhluk adalah alqassatul qalbu (keras hati), alqilla’ul haya (tak hanya punya malu) dan al-istighalu bi uyubil khalaqi (sibuk mengintai kelemahan makhluk lain). “tiga sifat dasar ini dinetralisir oleh kemuliaan dan ketinggian akhlak, sehingga manusia akan berhati lembut, memiliki rasa malu dan toleran terhadap orang lain.”
Hakikat Manusia Menurut Islam
Ruh Akal → Ilmu Ibadah
Manusia Jasad → Amal Amanah Balasan
Tanah Hati → Tekad Memimpin
(Unsur) (Potensi)Siapakah Manusia
Para ahli mendefinisikan makna manusia berdasarkan metodologi yang digunakan dan filosofi yang mendasarinya. Berikut adalah beberapa teori hasil pemikiran manusia:
o Teori Psikoanalisis: manusia sebagai homo volens (manusia berkeinginan) yang memiliki perilaku interaksi antar komponen biologis (Id), psikologis (ego) dan sosial (super ego). Menurut teori ini, didalam diri manusia ada unsur hewani, rasional dan moral
o Teori Behaviorisme: manusia sebagai homo mechanicus (manusia mesin) yang timbul dari reaksi terhadap introspeksionisme (analisis jiwa berdasarkan laporan subjektif) dan psikoanalisis (tentang alam bawah sadar yang tak tampak). Behavior menganalisis perilaku yang nampak saja dan segala tingkah laku terbentuk dari proses pembelajaran terhadap lingkungan, bukan dari aspek rasional dan emosional
o Teori kognitif: manusia sebagai homo sapiens (manusia berpikir) yang berusaha memahami lingkungan
o Teori Humanisme: manusia sebagai homo ludens (manusia bermain). Aliran ini mengecam teori psikoanalisis dan behaviorisme, karena keduanya tidak menghormati manusia sebagai manusia dan kedua teori itu tidak dapat menjelaskan aspek eksistensi manusia yang positif yang menentukan cinta, kreativitas, nilai, makna dan pertumbuhan pribadi
Sebagaimana yang telah tercantum dalam al Qur’an surat Al Hijr ayat 28, manusia diciptakan oleh Allah SWT dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam. Dalam surat Al Mu’min ayat 67 juga dijelaskan bahwa manusia diciptakan dari tanah yang bercampur dengan setetes air mani. Kemudian berkembang menjadi segumpal darah, lalu menjadi segumpal daging dan mengalami pertumbuhan serta perkembangan.
“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan...”_ QS Al Hajj, 22: 5
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.”_ QS Al Insaan, 76: 2
“Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba mereka menjadi pembantah yang nyata.”_ QS An Nahl, 16: 4
“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakan kalian dan orang-orang yang sebelum kalian, agar kalian bertakwa.” _ QS Al Baqoroh, 2: 21
Di dalam Al Qur’an, akal diartikan sebagai kebijaksanaan (wisdom), intelegensia dan pengertian. Musa Asyari (1992) menyebut al Qalb dengan pengertian kasar/fisik yang berarti jantung dan sesuatu yang bersifat menangkap pengertian, berpengetahuan dan arif. Jadi, akal digunakan untuk memikirkan alam dan qolbu berperan dalam mengingat Tuhan.
Nafs (bahasa Arab: al Hawa) berarti kekuatan yang mendorong manusia untuk mencapai keinginan. Manusia harus menggunakan akal untuk mengendalikan nafsu agar dorongan tersebut dapat menjadi kekuatan positif yang menggerakkan manusia ke arah tujuan yang jelas dan baik. Nafsu yang terkendali oleh akal dan berada pada jalur yang ditunjukkan diin disebut an Nafs Muthmainnah. Manusia ideal mampu menjaga fitrah atau hanif-nya dan mampu mengelola serta memadukan potensi akal, nafsu dan qolbu dengan harmonis.
Ibnu Sina yang terkenal dengan filsafat jiwa menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk sosial dan sekaligus makhluk ekonomi yang memikirkan, menyiapkan masa depan. Pandangan Murtadha Mutahhari (1984: 125-134): manusia adalah makhluk serba dimensi, yaitu mempunyai emosi yang bersifat etis atau ingin mendapat keuntungan yang besar dan menghindari kerugian, memiliki perhatian terhadap keindahan, memiliki dorongan untuk menyembah Tuhan dan punya kemampuan serta kekuatan yang berlipat ganda.
Adapun karakteristik manusia mencakup aspek:
a. Kreasi atau penciptaan manusia yang terbaik dan sempurn, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” _ QS at Tin, 95: 4
b. Ilmu (knowledge). Manusia berkesempatan untuk memahami hakekat alam semesta. Manusia menciptakan kebudayaan dan peradaban yang terus berkembang sedangkan hewan terbatas pada naluri dasar yang tidak bisa di kembangkan melalui pendidikan dan pengajaran
c. Kehendak manusia yang bisa mengadakan pilihan dalam hidup
d. Pengarahan akhlak. Jika manusia hidup dengan ilmu selain ilmu Allah, maka manusia tidak bermatabat lagi
B. Persamaan dan Perbedaan Manusia dengan Makhluk Lain
Persamaan manusia dan hewan adalah memiliki hasrat atau nafsu dan diciptakan oleh Allah dalam rangka untuk menyembah atau menaati ketentuan Allah dan menghindari yang Allah larang. Adapun perbedaan manusia dengan makhluk lain adalah:
o Manusia memiliki potensi untuk melahirkan kebudayaan
o Pergerakan manusia lebih luas dibanding makhluk lain, “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” _ QS Al Isra’, 17: 70
o Hewan hanya mempunyai kebiasaan yang bersifat instinctive
o Manusia memiliki akal dan hati
o Manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” _ QS at Tin, 95: 4
o Manusia memiliki martabat yang mulia, “Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” _ QS Al An’am, 6: 165
C. Tujuan Penciptaan Manusia
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” QS Az Zaariyat, 51:56
Penyembahan berarti ketundukan pada hukum Allah dalam menjalankan kehidupan di bumi, baik ibadah yang menyangkut hubungan vertikal (habluminallah/manusia dengan Allah) atau horizontal (habluminannas/ manusia dengan manusia serta makhluk lainnya). Keseimbangan dapat terjaga jika hukum-hukum kemanusiaan yang telah Allah tetapkan berdiri dengan tegak.
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” _ QS al Bayyinah, 98: 5
D. Fungsi dan Peranan Manusia
“Dan Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".” _ QS Al Baqoroh, 2: 30
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”_ QS Ali Imran, 3: 104
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” _ QS Ali Imran, 3: 110
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”_QS Al Hujurat, 49: 13
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”_ 4:1
Peran manusia adalah sebagai pelaku ajaran Allah dan membudayakan ajaran Allah, misalnya:
o Belajar (Surat an Naml, 27: 15-16; Surat Al Alaq dan al Mu’min, 40: 54). Objek belajar adalah ilmu Allah yang berwujud al Qur’an dan ciptaan-Nya
o Mengajarkan ilmu (QS Al Baqoroh, 2: 31-39). Ilmu Allah adalah al Qur’an dan al Bayan (ilmu pengetahuan). Al Qur’an berisi tentang aturan hidup dan kehidupan manusia serta hal-hal yang berhubungan dengan manusia
o Membudayakan ilmu (al Mu’min, 40: 35). Ilmu harus diamalkan. Wujud pembudayaan ilmu adalah tercapainya pola hidup dan kehidupan seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW. Dengan demikian, sunnah Rasul adalah contoh perwujudan dari pembudayaan ilmu
Perbedaan Manusia dengan Hewan atau Binatang – Tugas AIK
Perbedaan utama adalah kemampuan menciptakan dan menggunakan perkakas, manusia adalah mahluk dengan perkakas, tanpa menggunakan perkakas sudah lama manusia terhapus dari ekosistem dibumi. Kemampuan menerapkan teori menjadi sesuatu yang praktis.
***
Pertama, manusia makhluk paling sempurna. Selain fisik, manusia memiliki keunggulan akal. Manusia memiliki akal kreatif, inovatif dan konstruktif sedang binatang tidak. Binatang tidak dapat menggunakan otaknya untuk berfikir atau belajar dan menangkap kebenaran laiknya manusia.
Kedua, manusia harus belajar. Allah menganugerahkan hati dan akal untuk belajar. Dengan belajar manusia dapat mengembangkan ilmu pengetahuan serta mengambil hikmah dalam berbagai peristiwa kehidupan. Manusialah yang harus menuntut ilmu untuk melaksanakan berbagai tugas kehidupan. Malalui proses belajar, manusia dapat memajukan kehidupannya, dari primitive menuju kehidupan beradab dan berbudaya.
Ketiga, manusia adalah Abdullah. Tugas utama manusia adalah untuk mengabdi atau menjadi hamba-Nya dengan penuh tunduk dan taat sepenuhnya. Inilah kehendak Allah ketika menciptakan jin dan manusia. Ibadah adalah tugas utama manusia. Baik, ibadah hablun minallah maupun ibadah hablun manannas. Kepada-Nya seorang hamba berikrar,”Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in!”
Keempat, manusia adalah khalifah. Khalifah artinya wakil Allah di bumi. Khafifah juga berarti pemimpin. Tugas sebagai khafifah adalah tugas berat namun mulia. Sebagai khafifah, manusia mengemban amanah memakmurkan bumi, menciptakan perdamaian, ketrentraman, dan kesejahteraan hidup. Sebagai khafifah, Allah menciptakan manusia setara. Hanya ketakwaan yang membedakan dari lainnya.
Kelima, manusia adalah makhluk labil. Selain, memiliki akal, manusia memiliki nafsu. Dengan akal manusia bisa melakukan perbuatan terpuji dan mulia. Tetapi dengan nafsu, manusia bisa berbuat anarki, merusak dan merugikan kehidupan. Dengan hidayah manusia bisa berbuat mulia. Tanpa hidayah, manusia hanya jadi budak nafsu. Alqur’an menyebut ada yang menjadikan nafsu sebagai Tuhannya.
Keenam, manusia dicipta untuk hidup di dua alam: dunia dan akherat. Di dunia manusia akan hidup sebentar. Dunia adalah lading amal. Akherat lebih kekal dan lebih baik. Bila baik amal dunianya, insya Allah baik akheratnya, Syurgalah tempatnya. Bila buruk dunianya, buruk pulalah akhirnya. Nerakalah ganjarannya.
Ketujuh, amal manusia dihitung. Perbuatan binatang tidak dihitung. Sekecil apa pun kebaikan manusia, Allah akan memberikan pahala. Demikian pula sekecil apa pun keburukannya, Allah akan memberikan sanksi. Takl satupun yang dirugikan. Allah Maha Adil, Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang.
Kedelapan, manusia harus bekerja. Allah menganugrahkan organ sempurna agar manusia bekerja dan berkarya. Dengan bekerja manusia dapat memenuhi kebutuhan hidup dan memenuhi kewajiban social dengan penuh tanggung jawab. Bekerja adalah salah satu pintu kemuliaan manusia.
Kesembilan, manusia makhluk beragama. Dengan agama manusia menemukan dan mengabdi kepada Tuhan dengan benar. Dengan agama hidip manusia menjadi bermakna. Dengan agama, manusia yakin kepada Nabi dan Rasul-Nya, serta adanya Hari Akhir. Tentu hanya Islam agama yang dapat menjelaskan dan meyakinkan itu semua. Islam agama yang sesuai dengan fitrah manusia.
Kesepuluh, manusia makhluk berbudaya. Manusia adalah makhluk kreatif, inovatif dan konstruktif yang mampu membangun pereradaban. Sejarah mencatat peradaban manusia sebagai kerya gemilang. Peradaban adalah mozaik budaya manusia yang dibangun berkat kecerdasan manusia. Jadi, sungguh berbeda memang manusia dengan binatang. Meskipun demikian, Al-Qur’an menyebutkan tidak sedikit manusia bergaya seperti binatang, bahkan lebih buruk lagi dari itu. Mereka tidak dapat membangun sepuluh keunggulan yang mampu diraih oleh setiap manusia.
(Sumber: Lazismu Edisi 15, Pebruari 2009)
***
Para filosof Barat mengatakan bahwa hakikatnyamanusia dan binatang sama. Perbedaannya terletak pada otak . karena itu, mereka berpendapat bahwa manusia itu adalah binatang yang berfikir dan berakal.
Para filosof Muslim melengkapinya dengan sarana lain,yaitu akhlak. Alhasil, manusia adalah makhluk yang punya otak dan akhlak. Seorang hukama berkata “Jika hanya punya otak saja, manusia tetap akan bertindak seperti binatang; merasa benar sendiri, tidak menghargai orang lain, suka melanggar norma susila. Akibatnya, manusia akan menjadi lebih sesat dari binatang.”
Beliau juga menambahkan, bahwa sifat dasar makhluk adalah alqassatul qalbu (keras hati), alqilla’ul haya (tak hanya punya malu) dan al-istighalu bi uyubil khalaqi (sibuk mengintai kelemahan makhluk lain). “tiga sifat dasar ini dinetralisir oleh kemuliaan dan ketinggian akhlak, sehingga manusia akan berhati lembut, memiliki rasa malu dan toleran terhadap orang lain.”
Perbedaan Manusia dan Binatang
Yang membedakan manusia dengan spesies lain dibumi ini bukan terletak pada kemampuan manusia untuk merasa, untuk mencintai dan dicintai, bukan juga nilai-nilai moral dan etika manusia, apalagi karena ide-ide kreatif manusia dan kebutuhan manusia untuk berkelompok sebagai mahluk sosial. Di alam sekitar dan kehidupan sehari-hari banyak sekali contoh bahwa manusia kalah dengan binatang.
Perbedaan utama adalah kemampuan menciptakan dan menggunakan perkakas, manusia adalah mahluk dengan perkakas, tanpa menggunakan perkakas sudah lama manusia terhapus dari ekosistem dibumi. Kemampuan menerapkan teori menjadi sesuatu yang praktis.
Kemampuan membuat api mungkin adalah penemuan manusia yang paling penting dalam sejarah umat manusia, api membuat manusia mampu untuk memasak, menghangatkan diri dimusim dingin, meningkatkan standar kesehatan, mengolah logam yang kemudian membawa pengaruh besar dalam jalannya sejarah planet bumi.
Banyak sekali contoh peradaban manusia yang runtuh karena gagal mengadopsi teknologi atau gagal menemukan teknologi yang lebih maju seperti inca, maya, mesir, yunani, kesultanan turki, kerajaan sungai indus dan lain-lain. Menolak teknologi adalah bunuh diri.
Seperti yang terjadi dalam sejarah peradaban manusia, siapa yang menguasai teknologi pengolahan logam, dialah bangsa yang berjaya. Semula memakai pisau dari batu kemudian penemuan cara pengelolaan logam seperti perunggu dan besi membuat teknologi batu tidak berarti. Dan sekarang penguasaan teknologi nuklir (plutonium) menjadi bangsa yang mampu menguasainya menjadi super power.
Menolak ilmu pengetahuan, menghambat penyebaran ilmu pengtahuan dan kemajuan teknologi adalah dosa karena Sang Pencipta tidak akan menciptakan otak dikepala manusia sebagai hiasan bila Dia tidak ingin manusia memakainya untuk perbuatan baik.
Para filosof Barat menyatakan bahwa hakikat manusia dan binatang sama. Perbedaannya terletak pada otak. Karena itu mereka berpendapat bahwa manusia itu adalah binatang yang berpikir dan berakal. Para filosof Muslim melengkapinya dengan sarana lain; yaitu akhlak. Alhasil, manusia adalah makhluk yang punya otak dan punya akhlak. Jika hanya punya otak saja, manusia tetap akan bertindak seperti binatang: merasa benar sendiri, tidak menghargai orang lain, suka melanggar norma susila. Akibatnya, manusia akan menjadi lebih sesat daripada binatang. Kata seorang hukama. Ia juga menambahkan bahwa sifat dasar makhluk adalah al-qassatul qalbu (keras hati), al-qilla'ul haya (tak punya malu), dan al-istighalu bi uyubil khalqi (sibuk mengintai kelemahan makhluk lain). Tiga sifat dasar ini dinetralisir oleh kemuliaan dan ketinggian akhlak, sehingga manusia akan berhati lembut, memiliki rasa malu dan toleran terhadap orang lain karena agama.
Perbedaan Manusia dan Binatang
Yang membedakan manusia dengan spesies lain dibumi ini bukan terletak pada kemampuan manusia untuk merasa, untuk mencintai dan dicintai, bukan juga nilai-nilai moral dan etika manusia, apalagi karena ide-ide kreatif manusia dan kebutuhan manusia untuk berkelompok sebagai mahluk sosial.
Di alam sekitar dan kehidupan sehari-hari banyak sekali contoh bahwa manusia kalah dengan binatang.
Perbedaan utama adalah kemampuan menciptakan dan menggunakan perkakas, manusia adalah mahluk dengan perkakas, tanpa menggunakan perkakas sudah lama manusia terhapus dari ekosistem dibumi. Kemampuan menerapkan teori menjadi sesuatu yang praktis.
Kemampuan membuat api mungkin adalah penemuan manusia yang paling penting dalam sejarah umat manusia, api membuat manusia mampu untuk memasak, menghangatkan diri dimusim dingin, meningkatkan standar kesehatan, mengolah logam yang kemudian membawa pengaruh besar dalam jalannya sejarah planet bumi.
Banyak sekali contoh peradaban manusia yang runtuh karena gagal mengadopsi teknologi atau gagal menemukan teknologi yang lebih maju seperti inca, maya, mesir, yunani, kesultanan turki, kerajaan sungai indus dan lain-lain. Menolak teknologi adalah bunuh diri.
Seperti yang terjadi dalam sejarah peradaban manusia, siapa yang menguasai teknologi pengolahan logam, dialah bangsa yang berjaya. Semula memakai pisau dari batu kemudian penemuan cara pengelolaan logam seperti perunggu dan besi membuat teknologi batu tidak berarti. Dan sekarang penguasaan teknologi nuklir (plutonium) menjadi bangsa yang mampu menguasainya menjadi super power.
BEDA MANUSIA DENGAN BINATANG
Para filosof Barat mengatakan bahwa hakikatnyamanusia dan binatang sama. Perbedaannya terletak pada otak . karena itu, mereka berpendapat bahwa manusia itu adalah binatang yang berfikir dan berakal.
Para filosof Muslim melengkapinya dengan sarana lain,yaitu akhlak. Alhasil, manusia adalah makhluk yang punya otak dan akhlak. Seorang hukama berkata “Jika hanya punya otak saja, manusia tetap akan bertindak seperti binatang; merasa benar sendiri, tidak menghargai orang lain, suka melanggar norma susila. Akibatnya, manusia akan menjadi lebih sesat dari binatang.”
Beliau juga menambahkan, bahwa sifat dasar makhluk adalah alqassatul qalbu (keras hati), alqilla’ul haya (tak hanya punya malu) dan al-istighalu bi uyubil khalaqi (sibuk mengintai kelemahan makhluk lain). “tiga sifat dasar ini dinetralisir oleh kemuliaan dan ketinggian akhlak, sehingga manusia akan berhati lembut, memiliki rasa malu dan toleran terhadap orang lain.”
Hakikat Manusia Menurut Islam
Ruh Akal → Ilmu Ibadah
Manusia Jasad → Amal Amanah Balasan
Tanah Hati → Tekad Memimpin
(Unsur) (Potensi)Siapakah Manusia
Para ahli mendefinisikan makna manusia berdasarkan metodologi yang digunakan dan filosofi yang mendasarinya. Berikut adalah beberapa teori hasil pemikiran manusia:
o Teori Psikoanalisis: manusia sebagai homo volens (manusia berkeinginan) yang memiliki perilaku interaksi antar komponen biologis (Id), psikologis (ego) dan sosial (super ego). Menurut teori ini, didalam diri manusia ada unsur hewani, rasional dan moral
o Teori Behaviorisme: manusia sebagai homo mechanicus (manusia mesin) yang timbul dari reaksi terhadap introspeksionisme (analisis jiwa berdasarkan laporan subjektif) dan psikoanalisis (tentang alam bawah sadar yang tak tampak). Behavior menganalisis perilaku yang nampak saja dan segala tingkah laku terbentuk dari proses pembelajaran terhadap lingkungan, bukan dari aspek rasional dan emosional
o Teori kognitif: manusia sebagai homo sapiens (manusia berpikir) yang berusaha memahami lingkungan
o Teori Humanisme: manusia sebagai homo ludens (manusia bermain). Aliran ini mengecam teori psikoanalisis dan behaviorisme, karena keduanya tidak menghormati manusia sebagai manusia dan kedua teori itu tidak dapat menjelaskan aspek eksistensi manusia yang positif yang menentukan cinta, kreativitas, nilai, makna dan pertumbuhan pribadi
Sebagaimana yang telah tercantum dalam al Qur’an surat Al Hijr ayat 28, manusia diciptakan oleh Allah SWT dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam. Dalam surat Al Mu’min ayat 67 juga dijelaskan bahwa manusia diciptakan dari tanah yang bercampur dengan setetes air mani. Kemudian berkembang menjadi segumpal darah, lalu menjadi segumpal daging dan mengalami pertumbuhan serta perkembangan.
“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan...”_ QS Al Hajj, 22: 5
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.”_ QS Al Insaan, 76: 2
“Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba mereka menjadi pembantah yang nyata.”_ QS An Nahl, 16: 4
“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakan kalian dan orang-orang yang sebelum kalian, agar kalian bertakwa.” _ QS Al Baqoroh, 2: 21
Di dalam Al Qur’an, akal diartikan sebagai kebijaksanaan (wisdom), intelegensia dan pengertian. Musa Asyari (1992) menyebut al Qalb dengan pengertian kasar/fisik yang berarti jantung dan sesuatu yang bersifat menangkap pengertian, berpengetahuan dan arif. Jadi, akal digunakan untuk memikirkan alam dan qolbu berperan dalam mengingat Tuhan.
Nafs (bahasa Arab: al Hawa) berarti kekuatan yang mendorong manusia untuk mencapai keinginan. Manusia harus menggunakan akal untuk mengendalikan nafsu agar dorongan tersebut dapat menjadi kekuatan positif yang menggerakkan manusia ke arah tujuan yang jelas dan baik. Nafsu yang terkendali oleh akal dan berada pada jalur yang ditunjukkan diin disebut an Nafs Muthmainnah. Manusia ideal mampu menjaga fitrah atau hanif-nya dan mampu mengelola serta memadukan potensi akal, nafsu dan qolbu dengan harmonis.
Ibnu Sina yang terkenal dengan filsafat jiwa menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk sosial dan sekaligus makhluk ekonomi yang memikirkan, menyiapkan masa depan. Pandangan Murtadha Mutahhari (1984: 125-134): manusia adalah makhluk serba dimensi, yaitu mempunyai emosi yang bersifat etis atau ingin mendapat keuntungan yang besar dan menghindari kerugian, memiliki perhatian terhadap keindahan, memiliki dorongan untuk menyembah Tuhan dan punya kemampuan serta kekuatan yang berlipat ganda.
Adapun karakteristik manusia mencakup aspek:
a. Kreasi atau penciptaan manusia yang terbaik dan sempurn, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” _ QS at Tin, 95: 4
b. Ilmu (knowledge). Manusia berkesempatan untuk memahami hakekat alam semesta. Manusia menciptakan kebudayaan dan peradaban yang terus berkembang sedangkan hewan terbatas pada naluri dasar yang tidak bisa di kembangkan melalui pendidikan dan pengajaran
c. Kehendak manusia yang bisa mengadakan pilihan dalam hidup
d. Pengarahan akhlak. Jika manusia hidup dengan ilmu selain ilmu Allah, maka manusia tidak bermatabat lagi
B. Persamaan dan Perbedaan Manusia dengan Makhluk Lain
Persamaan manusia dan hewan adalah memiliki hasrat atau nafsu dan diciptakan oleh Allah dalam rangka untuk menyembah atau menaati ketentuan Allah dan menghindari yang Allah larang. Adapun perbedaan manusia dengan makhluk lain adalah:
o Manusia memiliki potensi untuk melahirkan kebudayaan
o Pergerakan manusia lebih luas dibanding makhluk lain, “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” _ QS Al Isra’, 17: 70
o Hewan hanya mempunyai kebiasaan yang bersifat instinctive
o Manusia memiliki akal dan hati
o Manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” _ QS at Tin, 95: 4
o Manusia memiliki martabat yang mulia, “Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” _ QS Al An’am, 6: 165
C. Tujuan Penciptaan Manusia
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” QS Az Zaariyat, 51:56
Penyembahan berarti ketundukan pada hukum Allah dalam menjalankan kehidupan di bumi, baik ibadah yang menyangkut hubungan vertikal (habluminallah/manusia dengan Allah) atau horizontal (habluminannas/ manusia dengan manusia serta makhluk lainnya). Keseimbangan dapat terjaga jika hukum-hukum kemanusiaan yang telah Allah tetapkan berdiri dengan tegak.
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” _ QS al Bayyinah, 98: 5
D. Fungsi dan Peranan Manusia
“Dan Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".” _ QS Al Baqoroh, 2: 30
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”_ QS Ali Imran, 3: 104
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” _ QS Ali Imran, 3: 110
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”_QS Al Hujurat, 49: 13
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”_ 4:1
Peran manusia adalah sebagai pelaku ajaran Allah dan membudayakan ajaran Allah, misalnya:
o Belajar (Surat an Naml, 27: 15-16; Surat Al Alaq dan al Mu’min, 40: 54). Objek belajar adalah ilmu Allah yang berwujud al Qur’an dan ciptaan-Nya
o Mengajarkan ilmu (QS Al Baqoroh, 2: 31-39). Ilmu Allah adalah al Qur’an dan al Bayan (ilmu pengetahuan). Al Qur’an berisi tentang aturan hidup dan kehidupan manusia serta hal-hal yang berhubungan dengan manusia
o Membudayakan ilmu (al Mu’min, 40: 35). Ilmu harus diamalkan. Wujud pembudayaan ilmu adalah tercapainya pola hidup dan kehidupan seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW. Dengan demikian, sunnah Rasul adalah contoh perwujudan dari pembudayaan ilmu
Perbedaan Manusia dengan Hewan atau Binatang – Tugas AIK
Perbedaan utama adalah kemampuan menciptakan dan menggunakan perkakas, manusia adalah mahluk dengan perkakas, tanpa menggunakan perkakas sudah lama manusia terhapus dari ekosistem dibumi. Kemampuan menerapkan teori menjadi sesuatu yang praktis.
***
Pertama, manusia makhluk paling sempurna. Selain fisik, manusia memiliki keunggulan akal. Manusia memiliki akal kreatif, inovatif dan konstruktif sedang binatang tidak. Binatang tidak dapat menggunakan otaknya untuk berfikir atau belajar dan menangkap kebenaran laiknya manusia.
Kedua, manusia harus belajar. Allah menganugerahkan hati dan akal untuk belajar. Dengan belajar manusia dapat mengembangkan ilmu pengetahuan serta mengambil hikmah dalam berbagai peristiwa kehidupan. Manusialah yang harus menuntut ilmu untuk melaksanakan berbagai tugas kehidupan. Malalui proses belajar, manusia dapat memajukan kehidupannya, dari primitive menuju kehidupan beradab dan berbudaya.
Ketiga, manusia adalah Abdullah. Tugas utama manusia adalah untuk mengabdi atau menjadi hamba-Nya dengan penuh tunduk dan taat sepenuhnya. Inilah kehendak Allah ketika menciptakan jin dan manusia. Ibadah adalah tugas utama manusia. Baik, ibadah hablun minallah maupun ibadah hablun manannas. Kepada-Nya seorang hamba berikrar,”Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in!”
Keempat, manusia adalah khalifah. Khalifah artinya wakil Allah di bumi. Khafifah juga berarti pemimpin. Tugas sebagai khafifah adalah tugas berat namun mulia. Sebagai khafifah, manusia mengemban amanah memakmurkan bumi, menciptakan perdamaian, ketrentraman, dan kesejahteraan hidup. Sebagai khafifah, Allah menciptakan manusia setara. Hanya ketakwaan yang membedakan dari lainnya.
Kelima, manusia adalah makhluk labil. Selain, memiliki akal, manusia memiliki nafsu. Dengan akal manusia bisa melakukan perbuatan terpuji dan mulia. Tetapi dengan nafsu, manusia bisa berbuat anarki, merusak dan merugikan kehidupan. Dengan hidayah manusia bisa berbuat mulia. Tanpa hidayah, manusia hanya jadi budak nafsu. Alqur’an menyebut ada yang menjadikan nafsu sebagai Tuhannya.
Keenam, manusia dicipta untuk hidup di dua alam: dunia dan akherat. Di dunia manusia akan hidup sebentar. Dunia adalah lading amal. Akherat lebih kekal dan lebih baik. Bila baik amal dunianya, insya Allah baik akheratnya, Syurgalah tempatnya. Bila buruk dunianya, buruk pulalah akhirnya. Nerakalah ganjarannya.
Ketujuh, amal manusia dihitung. Perbuatan binatang tidak dihitung. Sekecil apa pun kebaikan manusia, Allah akan memberikan pahala. Demikian pula sekecil apa pun keburukannya, Allah akan memberikan sanksi. Takl satupun yang dirugikan. Allah Maha Adil, Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang.
Kedelapan, manusia harus bekerja. Allah menganugrahkan organ sempurna agar manusia bekerja dan berkarya. Dengan bekerja manusia dapat memenuhi kebutuhan hidup dan memenuhi kewajiban social dengan penuh tanggung jawab. Bekerja adalah salah satu pintu kemuliaan manusia.
Kesembilan, manusia makhluk beragama. Dengan agama manusia menemukan dan mengabdi kepada Tuhan dengan benar. Dengan agama hidip manusia menjadi bermakna. Dengan agama, manusia yakin kepada Nabi dan Rasul-Nya, serta adanya Hari Akhir. Tentu hanya Islam agama yang dapat menjelaskan dan meyakinkan itu semua. Islam agama yang sesuai dengan fitrah manusia.
Kesepuluh, manusia makhluk berbudaya. Manusia adalah makhluk kreatif, inovatif dan konstruktif yang mampu membangun pereradaban. Sejarah mencatat peradaban manusia sebagai kerya gemilang. Peradaban adalah mozaik budaya manusia yang dibangun berkat kecerdasan manusia. Jadi, sungguh berbeda memang manusia dengan binatang. Meskipun demikian, Al-Qur’an menyebutkan tidak sedikit manusia bergaya seperti binatang, bahkan lebih buruk lagi dari itu. Mereka tidak dapat membangun sepuluh keunggulan yang mampu diraih oleh setiap manusia.
(Sumber: Lazismu Edisi 15, Pebruari 2009)
***
Para filosof Barat mengatakan bahwa hakikatnyamanusia dan binatang sama. Perbedaannya terletak pada otak . karena itu, mereka berpendapat bahwa manusia itu adalah binatang yang berfikir dan berakal.
Para filosof Muslim melengkapinya dengan sarana lain,yaitu akhlak. Alhasil, manusia adalah makhluk yang punya otak dan akhlak. Seorang hukama berkata “Jika hanya punya otak saja, manusia tetap akan bertindak seperti binatang; merasa benar sendiri, tidak menghargai orang lain, suka melanggar norma susila. Akibatnya, manusia akan menjadi lebih sesat dari binatang.”
Beliau juga menambahkan, bahwa sifat dasar makhluk adalah alqassatul qalbu (keras hati), alqilla’ul haya (tak hanya punya malu) dan al-istighalu bi uyubil khalaqi (sibuk mengintai kelemahan makhluk lain). “tiga sifat dasar ini dinetralisir oleh kemuliaan dan ketinggian akhlak, sehingga manusia akan berhati lembut, memiliki rasa malu dan toleran terhadap orang lain.”
Perbedaan Manusia dan Binatang
Yang membedakan manusia dengan spesies lain dibumi ini bukan terletak pada kemampuan manusia untuk merasa, untuk mencintai dan dicintai, bukan juga nilai-nilai moral dan etika manusia, apalagi karena ide-ide kreatif manusia dan kebutuhan manusia untuk berkelompok sebagai mahluk sosial. Di alam sekitar dan kehidupan sehari-hari banyak sekali contoh bahwa manusia kalah dengan binatang.
Perbedaan utama adalah kemampuan menciptakan dan menggunakan perkakas, manusia adalah mahluk dengan perkakas, tanpa menggunakan perkakas sudah lama manusia terhapus dari ekosistem dibumi. Kemampuan menerapkan teori menjadi sesuatu yang praktis.
Kemampuan membuat api mungkin adalah penemuan manusia yang paling penting dalam sejarah umat manusia, api membuat manusia mampu untuk memasak, menghangatkan diri dimusim dingin, meningkatkan standar kesehatan, mengolah logam yang kemudian membawa pengaruh besar dalam jalannya sejarah planet bumi.
Banyak sekali contoh peradaban manusia yang runtuh karena gagal mengadopsi teknologi atau gagal menemukan teknologi yang lebih maju seperti inca, maya, mesir, yunani, kesultanan turki, kerajaan sungai indus dan lain-lain. Menolak teknologi adalah bunuh diri.
Seperti yang terjadi dalam sejarah peradaban manusia, siapa yang menguasai teknologi pengolahan logam, dialah bangsa yang berjaya. Semula memakai pisau dari batu kemudian penemuan cara pengelolaan logam seperti perunggu dan besi membuat teknologi batu tidak berarti. Dan sekarang penguasaan teknologi nuklir (plutonium) menjadi bangsa yang mampu menguasainya menjadi super power.
Menolak ilmu pengetahuan, menghambat penyebaran ilmu pengtahuan dan kemajuan teknologi adalah dosa karena Sang Pencipta tidak akan menciptakan otak dikepala manusia sebagai hiasan bila Dia tidak ingin manusia memakainya untuk perbuatan baik.
Para filosof Barat menyatakan bahwa hakikat manusia dan binatang sama. Perbedaannya terletak pada otak. Karena itu mereka berpendapat bahwa manusia itu adalah binatang yang berpikir dan berakal. Para filosof Muslim melengkapinya dengan sarana lain; yaitu akhlak. Alhasil, manusia adalah makhluk yang punya otak dan punya akhlak. Jika hanya punya otak saja, manusia tetap akan bertindak seperti binatang: merasa benar sendiri, tidak menghargai orang lain, suka melanggar norma susila. Akibatnya, manusia akan menjadi lebih sesat daripada binatang. Kata seorang hukama. Ia juga menambahkan bahwa sifat dasar makhluk adalah al-qassatul qalbu (keras hati), al-qilla'ul haya (tak punya malu), dan al-istighalu bi uyubil khalqi (sibuk mengintai kelemahan makhluk lain). Tiga sifat dasar ini dinetralisir oleh kemuliaan dan ketinggian akhlak, sehingga manusia akan berhati lembut, memiliki rasa malu dan toleran terhadap orang lain karena agama.
Perbedaan Manusia dan Binatang
Yang membedakan manusia dengan spesies lain dibumi ini bukan terletak pada kemampuan manusia untuk merasa, untuk mencintai dan dicintai, bukan juga nilai-nilai moral dan etika manusia, apalagi karena ide-ide kreatif manusia dan kebutuhan manusia untuk berkelompok sebagai mahluk sosial.
Di alam sekitar dan kehidupan sehari-hari banyak sekali contoh bahwa manusia kalah dengan binatang.
Perbedaan utama adalah kemampuan menciptakan dan menggunakan perkakas, manusia adalah mahluk dengan perkakas, tanpa menggunakan perkakas sudah lama manusia terhapus dari ekosistem dibumi. Kemampuan menerapkan teori menjadi sesuatu yang praktis.
Kemampuan membuat api mungkin adalah penemuan manusia yang paling penting dalam sejarah umat manusia, api membuat manusia mampu untuk memasak, menghangatkan diri dimusim dingin, meningkatkan standar kesehatan, mengolah logam yang kemudian membawa pengaruh besar dalam jalannya sejarah planet bumi.
Banyak sekali contoh peradaban manusia yang runtuh karena gagal mengadopsi teknologi atau gagal menemukan teknologi yang lebih maju seperti inca, maya, mesir, yunani, kesultanan turki, kerajaan sungai indus dan lain-lain. Menolak teknologi adalah bunuh diri.
Seperti yang terjadi dalam sejarah peradaban manusia, siapa yang menguasai teknologi pengolahan logam, dialah bangsa yang berjaya. Semula memakai pisau dari batu kemudian penemuan cara pengelolaan logam seperti perunggu dan besi membuat teknologi batu tidak berarti. Dan sekarang penguasaan teknologi nuklir (plutonium) menjadi bangsa yang mampu menguasainya menjadi super power.
BEDA MANUSIA DENGAN BINATANG
Para filosof Barat mengatakan bahwa hakikatnyamanusia dan binatang sama. Perbedaannya terletak pada otak . karena itu, mereka berpendapat bahwa manusia itu adalah binatang yang berfikir dan berakal.
Para filosof Muslim melengkapinya dengan sarana lain,yaitu akhlak. Alhasil, manusia adalah makhluk yang punya otak dan akhlak. Seorang hukama berkata “Jika hanya punya otak saja, manusia tetap akan bertindak seperti binatang; merasa benar sendiri, tidak menghargai orang lain, suka melanggar norma susila. Akibatnya, manusia akan menjadi lebih sesat dari binatang.”
Beliau juga menambahkan, bahwa sifat dasar makhluk adalah alqassatul qalbu (keras hati), alqilla’ul haya (tak hanya punya malu) dan al-istighalu bi uyubil khalaqi (sibuk mengintai kelemahan makhluk lain). “tiga sifat dasar ini dinetralisir oleh kemuliaan dan ketinggian akhlak, sehingga manusia akan berhati lembut, memiliki rasa malu dan toleran terhadap orang lain.”
Hakikat Manusia Menurut Islam
Ruh Akal → Ilmu Ibadah
Manusia Jasad → Amal Amanah Balasan
Tanah Hati → Tekad Memimpin
(Unsur) (Potensi)Siapakah Manusia
Para ahli mendefinisikan makna manusia berdasarkan metodologi yang digunakan dan filosofi yang mendasarinya. Berikut adalah beberapa teori hasil pemikiran manusia:
o Teori Psikoanalisis: manusia sebagai homo volens (manusia berkeinginan) yang memiliki perilaku interaksi antar komponen biologis (Id), psikologis (ego) dan sosial (super ego). Menurut teori ini, didalam diri manusia ada unsur hewani, rasional dan moral
o Teori Behaviorisme: manusia sebagai homo mechanicus (manusia mesin) yang timbul dari reaksi terhadap introspeksionisme (analisis jiwa berdasarkan laporan subjektif) dan psikoanalisis (tentang alam bawah sadar yang tak tampak). Behavior menganalisis perilaku yang nampak saja dan segala tingkah laku terbentuk dari proses pembelajaran terhadap lingkungan, bukan dari aspek rasional dan emosional
o Teori kognitif: manusia sebagai homo sapiens (manusia berpikir) yang berusaha memahami lingkungan
o Teori Humanisme: manusia sebagai homo ludens (manusia bermain). Aliran ini mengecam teori psikoanalisis dan behaviorisme, karena keduanya tidak menghormati manusia sebagai manusia dan kedua teori itu tidak dapat menjelaskan aspek eksistensi manusia yang positif yang menentukan cinta, kreativitas, nilai, makna dan pertumbuhan pribadi
Sebagaimana yang telah tercantum dalam al Qur’an surat Al Hijr ayat 28, manusia diciptakan oleh Allah SWT dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam. Dalam surat Al Mu’min ayat 67 juga dijelaskan bahwa manusia diciptakan dari tanah yang bercampur dengan setetes air mani. Kemudian berkembang menjadi segumpal darah, lalu menjadi segumpal daging dan mengalami pertumbuhan serta perkembangan.
“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan...”_ QS Al Hajj, 22: 5
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.”_ QS Al Insaan, 76: 2
“Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba mereka menjadi pembantah yang nyata.”_ QS An Nahl, 16: 4
“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakan kalian dan orang-orang yang sebelum kalian, agar kalian bertakwa.” _ QS Al Baqoroh, 2: 21
Di dalam Al Qur’an, akal diartikan sebagai kebijaksanaan (wisdom), intelegensia dan pengertian. Musa Asyari (1992) menyebut al Qalb dengan pengertian kasar/fisik yang berarti jantung dan sesuatu yang bersifat menangkap pengertian, berpengetahuan dan arif. Jadi, akal digunakan untuk memikirkan alam dan qolbu berperan dalam mengingat Tuhan.
Nafs (bahasa Arab: al Hawa) berarti kekuatan yang mendorong manusia untuk mencapai keinginan. Manusia harus menggunakan akal untuk mengendalikan nafsu agar dorongan tersebut dapat menjadi kekuatan positif yang menggerakkan manusia ke arah tujuan yang jelas dan baik. Nafsu yang terkendali oleh akal dan berada pada jalur yang ditunjukkan diin disebut an Nafs Muthmainnah. Manusia ideal mampu menjaga fitrah atau hanif-nya dan mampu mengelola serta memadukan potensi akal, nafsu dan qolbu dengan harmonis.
Ibnu Sina yang terkenal dengan filsafat jiwa menjelaskan bahwa manusia adalah makhluk sosial dan sekaligus makhluk ekonomi yang memikirkan, menyiapkan masa depan. Pandangan Murtadha Mutahhari (1984: 125-134): manusia adalah makhluk serba dimensi, yaitu mempunyai emosi yang bersifat etis atau ingin mendapat keuntungan yang besar dan menghindari kerugian, memiliki perhatian terhadap keindahan, memiliki dorongan untuk menyembah Tuhan dan punya kemampuan serta kekuatan yang berlipat ganda.
Adapun karakteristik manusia mencakup aspek:
a. Kreasi atau penciptaan manusia yang terbaik dan sempurn, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” _ QS at Tin, 95: 4
b. Ilmu (knowledge). Manusia berkesempatan untuk memahami hakekat alam semesta. Manusia menciptakan kebudayaan dan peradaban yang terus berkembang sedangkan hewan terbatas pada naluri dasar yang tidak bisa di kembangkan melalui pendidikan dan pengajaran
c. Kehendak manusia yang bisa mengadakan pilihan dalam hidup
d. Pengarahan akhlak. Jika manusia hidup dengan ilmu selain ilmu Allah, maka manusia tidak bermatabat lagi
B. Persamaan dan Perbedaan Manusia dengan Makhluk Lain
Persamaan manusia dan hewan adalah memiliki hasrat atau nafsu dan diciptakan oleh Allah dalam rangka untuk menyembah atau menaati ketentuan Allah dan menghindari yang Allah larang. Adapun perbedaan manusia dengan makhluk lain adalah:
o Manusia memiliki potensi untuk melahirkan kebudayaan
o Pergerakan manusia lebih luas dibanding makhluk lain, “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” _ QS Al Isra’, 17: 70
o Hewan hanya mempunyai kebiasaan yang bersifat instinctive
o Manusia memiliki akal dan hati
o Manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” _ QS at Tin, 95: 4
o Manusia memiliki martabat yang mulia, “Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” _ QS Al An’am, 6: 165
C. Tujuan Penciptaan Manusia
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” QS Az Zaariyat, 51:56
Penyembahan berarti ketundukan pada hukum Allah dalam menjalankan kehidupan di bumi, baik ibadah yang menyangkut hubungan vertikal (habluminallah/manusia dengan Allah) atau horizontal (habluminannas/ manusia dengan manusia serta makhluk lainnya). Keseimbangan dapat terjaga jika hukum-hukum kemanusiaan yang telah Allah tetapkan berdiri dengan tegak.
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” _ QS al Bayyinah, 98: 5
D. Fungsi dan Peranan Manusia
“Dan Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".” _ QS Al Baqoroh, 2: 30
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”_ QS Ali Imran, 3: 104
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” _ QS Ali Imran, 3: 110
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”_QS Al Hujurat, 49: 13
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”_ 4:1
Peran manusia adalah sebagai pelaku ajaran Allah dan membudayakan ajaran Allah, misalnya:
o Belajar (Surat an Naml, 27: 15-16; Surat Al Alaq dan al Mu’min, 40: 54). Objek belajar adalah ilmu Allah yang berwujud al Qur’an dan ciptaan-Nya
o Mengajarkan ilmu (QS Al Baqoroh, 2: 31-39). Ilmu Allah adalah al Qur’an dan al Bayan (ilmu pengetahuan). Al Qur’an berisi tentang aturan hidup dan kehidupan manusia serta hal-hal yang berhubungan dengan manusia
o Membudayakan ilmu (al Mu’min, 40: 35). Ilmu harus diamalkan. Wujud pembudayaan ilmu adalah tercapainya pola hidup dan kehidupan seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW. Dengan demikian, sunnah Rasul adalah contoh perwujudan dari pembudayaan ilmu
Perbedaan Manusia dengan Hewan atau Binatang – Tugas AIK
Perbedaan utama adalah kemampuan menciptakan dan menggunakan perkakas, manusia adalah mahluk dengan perkakas, tanpa menggunakan perkakas sudah lama manusia terhapus dari ekosistem dibumi. Kemampuan menerapkan teori menjadi sesuatu yang praktis.
***
Pertama, manusia makhluk paling sempurna. Selain fisik, manusia memiliki keunggulan akal. Manusia memiliki akal kreatif, inovatif dan konstruktif sedang binatang tidak. Binatang tidak dapat menggunakan otaknya untuk berfikir atau belajar dan menangkap kebenaran laiknya manusia.
Kedua, manusia harus belajar. Allah menganugerahkan hati dan akal untuk belajar. Dengan belajar manusia dapat mengembangkan ilmu pengetahuan serta mengambil hikmah dalam berbagai peristiwa kehidupan. Manusialah yang harus menuntut ilmu untuk melaksanakan berbagai tugas kehidupan. Malalui proses belajar, manusia dapat memajukan kehidupannya, dari primitive menuju kehidupan beradab dan berbudaya.
Ketiga, manusia adalah Abdullah. Tugas utama manusia adalah untuk mengabdi atau menjadi hamba-Nya dengan penuh tunduk dan taat sepenuhnya. Inilah kehendak Allah ketika menciptakan jin dan manusia. Ibadah adalah tugas utama manusia. Baik, ibadah hablun minallah maupun ibadah hablun manannas. Kepada-Nya seorang hamba berikrar,”Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in!”
Keempat, manusia adalah khalifah. Khalifah artinya wakil Allah di bumi. Khafifah juga berarti pemimpin. Tugas sebagai khafifah adalah tugas berat namun mulia. Sebagai khafifah, manusia mengemban amanah memakmurkan bumi, menciptakan perdamaian, ketrentraman, dan kesejahteraan hidup. Sebagai khafifah, Allah menciptakan manusia setara. Hanya ketakwaan yang membedakan dari lainnya.
Kelima, manusia adalah makhluk labil. Selain, memiliki akal, manusia memiliki nafsu. Dengan akal manusia bisa melakukan perbuatan terpuji dan mulia. Tetapi dengan nafsu, manusia bisa berbuat anarki, merusak dan merugikan kehidupan. Dengan hidayah manusia bisa berbuat mulia. Tanpa hidayah, manusia hanya jadi budak nafsu. Alqur’an menyebut ada yang menjadikan nafsu sebagai Tuhannya.
Keenam, manusia dicipta untuk hidup di dua alam: dunia dan akherat. Di dunia manusia akan hidup sebentar. Dunia adalah lading amal. Akherat lebih kekal dan lebih baik. Bila baik amal dunianya, insya Allah baik akheratnya, Syurgalah tempatnya. Bila buruk dunianya, buruk pulalah akhirnya. Nerakalah ganjarannya.
Ketujuh, amal manusia dihitung. Perbuatan binatang tidak dihitung. Sekecil apa pun kebaikan manusia, Allah akan memberikan pahala. Demikian pula sekecil apa pun keburukannya, Allah akan memberikan sanksi. Takl satupun yang dirugikan. Allah Maha Adil, Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang.
Kedelapan, manusia harus bekerja. Allah menganugrahkan organ sempurna agar manusia bekerja dan berkarya. Dengan bekerja manusia dapat memenuhi kebutuhan hidup dan memenuhi kewajiban social dengan penuh tanggung jawab. Bekerja adalah salah satu pintu kemuliaan manusia.
Kesembilan, manusia makhluk beragama. Dengan agama manusia menemukan dan mengabdi kepada Tuhan dengan benar. Dengan agama hidip manusia menjadi bermakna. Dengan agama, manusia yakin kepada Nabi dan Rasul-Nya, serta adanya Hari Akhir. Tentu hanya Islam agama yang dapat menjelaskan dan meyakinkan itu semua. Islam agama yang sesuai dengan fitrah manusia.
Kesepuluh, manusia makhluk berbudaya. Manusia adalah makhluk kreatif, inovatif dan konstruktif yang mampu membangun pereradaban. Sejarah mencatat peradaban manusia sebagai kerya gemilang. Peradaban adalah mozaik budaya manusia yang dibangun berkat kecerdasan manusia. Jadi, sungguh berbeda memang manusia dengan binatang. Meskipun demikian, Al-Qur’an menyebutkan tidak sedikit manusia bergaya seperti binatang, bahkan lebih buruk lagi dari itu. Mereka tidak dapat membangun sepuluh keunggulan yang mampu diraih oleh setiap manusia.
(Sumber: Lazismu Edisi 15, Pebruari 2009)
***
Para filosof Barat mengatakan bahwa hakikatnyamanusia dan binatang sama. Perbedaannya terletak pada otak . karena itu, mereka berpendapat bahwa manusia itu adalah binatang yang berfikir dan berakal.
Para filosof Muslim melengkapinya dengan sarana lain,yaitu akhlak. Alhasil, manusia adalah makhluk yang punya otak dan akhlak. Seorang hukama berkata “Jika hanya punya otak saja, manusia tetap akan bertindak seperti binatang; merasa benar sendiri, tidak menghargai orang lain, suka melanggar norma susila. Akibatnya, manusia akan menjadi lebih sesat dari binatang.”
Beliau juga menambahkan, bahwa sifat dasar makhluk adalah alqassatul qalbu (keras hati), alqilla’ul haya (tak hanya punya malu) dan al-istighalu bi uyubil khalaqi (sibuk mengintai kelemahan makhluk lain). “tiga sifat dasar ini dinetralisir oleh kemuliaan dan ketinggian akhlak, sehingga manusia akan berhati lembut, memiliki rasa malu dan toleran terhadap orang lain.”
Sabtu, 20 Oktober 2012
Jumat, 19 Oktober 2012
PROBLEMATIKA KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT DAN KAITANNYA DENGAN ISLAM SERTA UPAYA PENANGGULANGGANNYA
disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah: Akhlaq Tasawwuf,
disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah: Akhlaq Tasawwuf,
Semester: tiga
Dosen Pengimpu:
Dosen Pengimpu:
DISUSUN OLEH :
AHMAD MUTHOHIR
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM HASANUDDIN PARE
jalan kelapa
KATA PENGANTAR
segala puji bagi Allah dengan rahmatnya yang telah memberikan kami bekal hidup yang sangat istimewa yakni berupa akal yang sehat yang melebihi segala-galanya. dan solawat salam Allah moga tetap terlimpahkan kepada nabiyullah muhammad 'alaihi sholatuwassalam. yang mana seorang nabi sebagai uswah uswatun hasanah suritauladan yang baik untuk para umatnya.
Akhlak tasawuf merupakan solusi tepat dalam mengatasi krisis-krisis akibat modernisasi untuk melepaskan dahaga dan memperoleh kesegaran dalam mencari Tuhan. Intisari ajaran tasawuf adalah bertujuan memperoleh hubungan langsung dan disadari dengan Tuhan, sehingga seseorang merasa dengan kesadarannya iu brrada di hadirat-Nya. atas nikmat dan sukur ini kami akan mencoba untuk menyusun sebuah karya tulis yang berjudul "PROBLEMATIKA KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT DAN KAITANNYA DENGAN ISLAM SERTA UPAYA PENANGGULANGGANNYA"dalam rangka untuk memenuhi tugas kuliah semester tiga mengenai ilmu akhlaq tasawuf.
Tasawuf perlu dikembangkan dan disosialisasikan kepada masyarakat dengan beberapa tujuan, antara lain: Pertama, untuk menyelamatkan kemanusiaan dari kebingungan dan kegelisahan yang mereka rasakan sebagai akibat kurangnya nilai-nilai spiritual. Kedua, memahami tentang aspek asoteris islam, baik terhadap masyarakat Muslim maupun non Muslim. Ketiga, menegaskan kembali bahwa aspek asoteris islam (tasawuf) adalah jantung ajaran islam.
Tarikat atau jalan rohani (path of soul) merupakan dimensi kedalaman dan kerahasiaan dalam islam sebagaimana syariat bersumber dari Al-Quran dan Al- Sunnah. Betapapun ia tetap menjadi sumber kehidupan yang paling dalam, yang mengatur seluruh organisme keagamaan dalam islam
DAFTAR ISI
BAB I:
pembahasan:
I. pengertian masalah sosial masyarakat...........................
II. macam-macam masalah sosial,.....................................
III. masalah-masalah sosial yang penting, an harus ada
penanggulangan di antaranya:.......................................
IV. permasalahan generasi muda......................................
V. stereotip peran gender................................................
VI. masyarakat modern...................................................
VII. problematika masyarakat modern................................
VIII. penutup.....................................................................
IX. kritik dan saran ........................................................
BAB I.
PEMBAHASAN:
1. Pengertian Masalah Sosial Masyarakat.
Masalah sosial adalah ketidaksesuaian antara unsur-unsur dalam kebudayaan atau masyarakat yang membahayakan hidupnya kelompok sosial atau menghambat terpenuhinya keinginan-keinginan pokok para warga kelompok sosial, sehingga menyebabkan rusaknya ikatan sosial.
Blumer (1971) dan Thompson (1988) mengatakan bahwa yang dimaksud dengan masalah sosial adalah suatu kondisi yang dirumuskan atau dinyatakan oleh suatu entitas yang berpengaruh yang mengancam nilai-nilai suatu masyarakat sehingga berdampak kepada sebagian besar anggota masyarakat dan kondisi itu diharapkan dapat diatasi melalui kegiatan bersama. Entitas tersebut dapat merupakan pembicaraan umum atau menjadi topik ulasan di media massa, seperti televisi, internet, radio dan surat kabar.
Sedangkan menurut Soerjono Soekanto, masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Salah satu penyebab utama timbulnya masalah sosial adalah pemenuhan akan kebutuhan hidup (Etzioni, 1976). Artinya jika seorang anggota masyarakat gagal memenuhi kebutuhan hidupnya maka ia akan cenderung melakukan tindak kejahatan dan kekerasan. Dan jika hal ini berlangsung lebih masif maka akan menyebabkan dampak yang sangat merusak seperti kerusuhan sosial. Hal ini juga didukung oleh pendapatnya Merton dan Nisbet (1971) bahwa masalah sosial sebagai sesuatu yang bukan kebetulan tetapi berakar pada satu atau lebih kebutuhan masyarakat yang terabaikan.
Selain itu, masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
. Faktor Penyebab Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
1) Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
2) Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
3) Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
4) Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.
BAB II
2. Macam-macam Masalah Sosial,
Dan untuk memudahkan mengamati masalah-masalah sosial, Stark (1975) membagi masalah sosial menjadi 3 macam yaitu :
(1) Konflik dan kesenjangan, seperti : kemiskinan, kesenjangan, konflik antar kelompok, pelecehan seksual dan masalah lingkungan.
(2) Perilaku menyimpang, seperti : kecanduan obat terlarang, gangguan mental, kejahatan, kenakalan remaja dan kekerasan pergaulan.
(3) Perkembangan manusia, seperti : masalah keluarga, usia lanjut, kependudukan (seperti urbanisasi) dan kesehatan seksual.
3. Masalah-Masalah Sosial yang penting, Dan harus ada penanggulangan diantaranya:
- Kemiskinan
- Kejahatan
- Disorganisasi keluarga
- Masalah generasi muda
- Peperangan
- Pelanggaran terhadap norma-norma masyarakat
- Masalah kependudukan
- Masalah lingkungan
- Birokrasi, dan lain-lain
a. Kemiskinan
Kemiskinan dan kualitas lingkungan yang rendah adalah hal yang mesti dihilangkan tetapi tidak dengan menggusur masyarakat yang telah bermukim lama di lokasi tersebut. Menggusur secara paksa adalah hanya sekedar memindahkan kemiskinan dari lokasi lama ke lokasi baru dan kemiskinan tidak akan pernah berkurang. Bagi orang yang tergusur malahan penggusuran ini akan semakin menyulitkan kehidupan mereka karena mereka mesti beradaptasi dengan lokasi pemukimannya yang baru dan penggusuran secara paksa bahkan sampai dengan adanya unsur anarkisme itu adalah melanggar hak asasi manusia yang paling hakiki dan harus dihormati bersama. Peremajaan kota yang dilakukan pada saat itu sering kali disesali oleh para ahli perkotaan saat ini karena menyebabkan timbulnya masalah sosial seperti kemiskinan perkotaan yang semakin akut, gelandangan dan kriminalitas. Menyadari kesalahan yang dilakukan masa lalu, pada awal tahun 1990-an kota-kota di Amerika Serikat lebih banyak melibatkan masyarakat miskin dalam pembangunan perkotaannya dan tidak lagi menggusur mereka untuk menghilangkan kemiskinan di perkotaan
Untuk mengatasi kemisikinan, paling tidak harus dilihat dari konteks permasalahannya. Karena kemiskinan itu sendiri timbul dari berbagai faktor yang setiap fakto memerlukan penanganan khusus, diantaranya:
1. Terbatasnya sumber daya alam, hal ini bisa diantisipasi dengan adanya onservasi dan aturan untuk mengola sumber daya alam tersebut. Karena pengolaan yang baik akan memberikan kemakmuran, sedangkan kemakmuran itu sendiri ukuran tingkat kesejahteraan suatu bangsa.
2. Terbatasnya sumber daya manusia. Sumber daya alam yang melimpah tanpa adanya pengolahan dari manusia tentu saja tidak akan bisa dimanfaatkan dan dinikmati. Sebagai contoh untuk daerah yang minim penduduk maka dari itu diadakan transmigrasi yang bertujuan selain untuk pemerataan penduduk juga untuk pengolahan sumber daya alam di daerah tersebut.
3. Terbatasnya barang modal ini salah satunya bisa diantisipasi dengan cara membuat kerja sama dengan negara yang lebih maju dan modern dalam bidang teknologi dan peradabannya.
4. Rendahnya produktivitas ini juga bisa diantisipasi dengan cara meningkatkan kualitas sumber daya manusianya dan pemanfaatan bioteknologi yang ramah lingkungan dalam pengolahan sumber daya alam sehingga bisa menghasilkan produk yang lebih unggul.
5. Rendahnya pendidikan ini bisa diantisipasi dengan cara meningkatkan kualitas pendidikan serta memberikan bantuan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan dan memberikan keterampilan dalam bidang tertentu sehingga masyarakat dari kalangan kurang mampu pun juga bisa berkarya dan mengolah sumber daya alam yang ada.
b. Pendidikan
Masalah pendidikan seringkali dicermati sebagai masalah teknis belajar mengajar dalam ruang lingkup kelas yang terbatas, kebijakan pendidikan nasional serta fasilitas pendidikan. Masalah pendidikan jarang dicermati dalam bentuk kekuatan kelembagaan sekolah, interaksi kelembagaan sekolah dengan masyar, interaksi birokrasi pendidikan, pengaruh kelembagaan pendidikan tradisional dan pengaruh swadaya masyarakat dalam upaya peningkatan pendidikan
Pendidikan adalah kunci bagi pemecahan masalah-masalah sosial dan melalui pendidikan masyarakat dapat direkonstruksi. Rekonstruksi berarti reformasi budaya, dengan melalui pendidikan reformasi dapat dijalankan, terutama reformasi budi pekerti, reformasi kebudayaan (keindonesiaan), dan reformasi nasionalisme (NKRI).Tolstoy berpendapat sasaran puncak pendidikan ada di luar pendidikan (Achambault, dalam Freire, 2001:491), yaitu kebudayaan. Tolstoy beranggapan nilai-nilai masyarakat “beradab” akan tetap bertahan meski dihujani aneka ragam konflik atau ajang klaim-klaim yang saling bertentangan. Pendidikan yang dinginkan masyarakat ialah proses pendidikan yang bisa mempertahankan dan meningkatkan keselarasan hidup dalam pergaulan manusia. Konsep sosialisasi pendidikan yang dapat diterapkan adalah cara berhubungan antar individu atau antar kelompok atau individu dengan kelompok yang menimbulkan bentuk hubungan tertentu. Sekolah dapat dijadikan sarana pembauran multietnik. Guru harus membina siswa agar bisa memiliki kebiasaan hidup yang harmonis, bersahabat, dan akrab dengan sesama teman dari berbagai latar belakang etnik. Proses pembelajaran di kelas multietnik dapat menghasilkan peradaban baru sesuai dengan harapan reformasi. Untuk ini, dapat dipakai teori, model, strategi pengajaran multietnik sebagai sarana menjalankan reformasi pendidikan dan kebudayaan (lihat Wakhinudin, 2006). Implementasi strategi pengajaran multietnik di kelas hendaklah bertujuan pembentukan peradaban bangsa Indonesia yang mulia. Sampai saat ini, pengajaran multietnik belum dilegalisasikan oleh pemerintah. Pengajaran bahasa daerah dilaksanakan dalam format restorasi (menjaga bahasa/budaya dari kepunahan) dan bukan dalam format pluralisme (mengakui perbedaan bahasa). Dengan format tersebut, pengajaran bahasa daerah lebih terkesan otoriter dan cenderung mengabaikan fakta keragaman etnik di dalam kelas.
c. Pengangguran
Dalam indikator ekonomi makro ada tiga hal terutama yang menjadi pokok permasalahan ekonomi makro. Pertama adalah masalah pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi dapat dikategorikan baik jika angka pertumbuhan positif dan bukannya negatif. Kedua adalah masalah inflasi. Inflasi adalah indikator pergerakan harga-harga barang dan jasa secara umum, yang secara bersamaan juga berkaitan dengan kemampuan daya beli. Inflasi mencerminkan stabilitas harga, semakin rendah nilai suatu inflasi berarti semakin besar adanya kecenderungan ke arah stabilitas harga. Namun masalah inflasi tidak hanya berkaitan dengan melonjaknya harga suatu barang dan jasa. Inflasi juga sangat berkaitan dengan purchasing power atau daya beli dari masyarakat. Sedangkan daya beli masyarakat sangat bergantung kepada upah riil. Inflasi sebenarnya tidak terlalu bermasalah jika kenaikan harga dibarengi dengan kenaikan upah riil. Masalah ketiga adalah pengangguran. Memang masalah pengangguran telah menjadi momok yang begitu menakutkan khususnya di negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Negara berkembang seringkali dihadapkan dengan besarnya angka pengangguran karena sempitnya lapangan pekerjaan dan besarnya jumlah penduduk. Sempitnya lapangan pekerjaan dikarenakan karena faktor kelangkaan modal untuk berinvestasi. Masalah pengangguran itu sendiri tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang namun juga dialami oleh negara-negara maju. Namun masalah pengangguran di negara-negara maju jauh lebih mudah terselesaikan daripada di negara-negara berkembang karena hanya berkaitan dengan pasang surutnya business cycle dan bukannya karena faktor kelangkaan investasi, masalah ledakan penduduk, ataupun masalah sosial politik di negara tersebut.
Sedangkan solusi untuk mengatasi pengangguran yang dapat ditempuh, antara lain:
1. Ada atau tersedianya lapangan kerja disebabkan oleh adanya pertumbuhan ekonomi karena setiap pertumbuhan ekonomi satu persen(1%) akan memicu terserapnya 400.000 orang tenaga kerja.
2. Dibutuhkannya Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri adalah kesempatan emas terciptanya peluang untuk bekerja.
3. Ekspansi usaha. Ekspansi usaha tidak dilakukan begitu saja. Salah satu penyebabnya adalah adanya efisiensi dan efektivitas usaha yang tinggi.
4. Adanya jaminan tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja.
4. Permasalahan generasi muda
Lebih dari separuh jumlah penduduk indonesia berusia di bawah 19 tahun. Dalam keadaan seperti ini nampak jelas bahwa masalah generasi muda bukanlah masalah dalam lingkup kecil dan terbatas. Generasi muda saat ini menempati posisi yang strategis dan khas karena merekalah yang paling terkena oleh perkembangan zaman, dan pastilah mereka akan terlibat dalam arus zaman tersebut.
Berbagai permasalahan generasi muda yang muncul pada saat ini, antara lain sebagai berikut:
a. Menurunnya jiwa idealisme, patriotisme dan nasionalisme di kalangan masyarakat termasuk jiwa pemuda.
b. Kurangnya kepastian yang dialami oleh pemuda terhadap masa depannya.
c. Belum seimbangnya antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia.
d. Kurangnya lapangan dan kesempatan kerja serta tingginya tingkat pengangguran di kalangan generasi muda sehingga menurunnya tingkat produktivitas.
Dan dalam hal ini perlu adanya pembinaan dan pengembangan generasi muda, yang meliputi dua pengertian pokok, yaitu:
a. Generasi muda sebagai subjek pembinaan dan pengembangan yang bertujuan untuk melibatkannya dalam menyelsaikan permasalah yang ada.
b. Generasi muda sebagai objek pembinaan dan pengembangan yang bertujan untuk melatih dan mendidik para generasi muda supaya bisa mandiri dan berkembang.
5. Stereotip peran gender,
Myers (2002) menjelaskan bahwa stereotip adalah suatu bentuk keyakinan yang dimiliki oleh seseorang atau suatu kelompok tentang atribut personal yang ada pada suatu kelompok tertentu. Dalam kehidupan sosial nyata, stereotip peran gender dalam kehidupan masyarakat sebagai sebuah bentuk keyakinan sering bersifat tidak akura, generalisasi berlebihan dan memberikan penolakan terhadap keberadaan atribut sebuah kelompok yang berlawanan dengan keyakinan awal. Contoh fenomena stereotip peran gender adalah seorang pemimpin yang berhasil di Indonesia seringkali diidentikkan dengan peran laki-laki. Dalam kenyataan masa milennium, stereotip peran gender berhasil identik dengan laki-laki perlu dipertanyakan karena banyak pemimpin perempuan di indonesia terbukti cukup berhasil melaksanakan tugas kepemimpinannya di berbagai bidang, seperti bidang pemerintahan, bisnis, maupun pendidikan.
Dalam upaya untuk mencapai kesetaraan gender dapat dilakukan dengan melalui proses rekayasa sosialisasi atau resosialisasi pemahaman masyarakattentang eksistensi peran laki-laki dan perempuan dalam masyarakat yang lebih seimbang. Keseimbangan itu diperlukan agar tercapai tujuan kemitraan koperatif antara gender laki-laki dan perempuan.
6. Masyarakat Modern,
Masyarakat modern terdiri dari dua kata, yaitu masyarakat dan modern. Masyarakat adalah pergaulan hidup manusia (himpunan orang yang hidup bersama di suatu tempat dengan ikatan-ikatan aturan tertentu). Sedangkan modern diartikan yang terbaru, secara baru, mutakhir. Jadi masyarakat modern berarti suatu himpunan yang hidup bersama di suatu tempat dengan ikatan-ikatan aturan tertentu yang bersifat mutakhir.
Menurut Deliar Noer ada 5 ciri-ciri masyarakat modern sebagai berikut :
1. Bersifat rasional,
2. Berpikir untuk masa depan yang lebih jauh,
3. Menghargai waktu,
4. Bersikap terbuka,
5. Berpikir objektf.
Dalam pada itu, Alfin Toffler, sebagai dikemukakan oleh Jalaludin Rahmat, membagi masyarakat ke dalam tiga bagian. Yaitu masyarakat pertanian (Agricultural Society), masyarakat industri (Industrial Society), dan masyarakat infomasi (Informatical Society).
Masyarakat pertanian, ekonominya bertumpu pada tanah /sumber alam. Teknologi yang digunakan adalah teknologi kecil seperti pompa penyemprot hama, racun tikus, dan sebagainya. Informasi yang mereka gunakan adalah media tradisional, dari mulut ke mulut, bersifat lokal, dan informasi terpusat pada salah seorang yang dianggap tokoh. Dari segi kejiwaan, mereka banyak menggunakan kekuatan yang bersifat irrasional, seperti penanganan masalah dengan cara pergi ke dukun.
Selanjutnya masyarakat industri berbeda dengan masyarakat pertanian. Modal dasar berupa peralatan produksi dan mesin-mesin produksi. Teknologi yang digunakan adalah teknologi tinggi. Informasi yang mereka gunakan sudah menggunakan media cetak atau tulisan yang dapat disimpan oleh siapa saja. Secara kejiwaan, mereka adalah manusia yang cerdas, berilmu pengetahuan, menguasai teknologi, dan berpikir untuk hidup secara makmur dalam bidang materi.
Yang ketiga adalah masyarakat informasi, yang paling menentukan dalam masyarakat informasi adalah orang-orang yang paling banyak memiliki informasi. Dari segi teknologi, masarakat informasi menggunakan teknologi elektronika. Penggunaan teknologi elektronika telah mengubah lingkungan informasi dari yang bersifat lokal dan nasional kepada lingkungan yang bersifat internasional, mendunia, dan global. Secara kejiwaan, mereka adalah manusia yang serba ingin tahu, mampu menjelaskan, dan imajinatif.
7. Problematika Masyarakat Modern,
Kemajuan di bidang teknologi pada zaman modern ini telah membawa manusia ke dalam dua sisi, yaitu bisa memberi nilai tambah (positif), tapi pada sisi laian dapat mengurangi (negatif).
Efek positifnya tentu saja akan menigkatkan keragaman budaya melalui penyediaan informasi yang menyeluruh sehingga memberikan orang kesempatan untuk mengembangkan kecakapan-kecakapan baru dan meningkatkan produksi. Sedangkan efek negatifnya kemajuan teknologi akan berbahaya jika berada di tangan orang yang secara mental dan keyakinan agama belum siap. Mereka dapat menyalahgunakan teknologi untuk tujuan-tujuan yang destruktif dan mengkhawatirkan. Misalnya penggunaan teknologi kontrasepsi dapat menyebabkan orang dengan mudah dapat melakukan hubungan seksual tanpa harus takut hamil atau berdosa. Jaringan-jaringan peredaran obat-obat terlarang, tukar menukar informasi, penyaluran data-data film yang berbau pornografi di bidang teknologi komunikasi seperti komputer, faximile, internete, dan sebagainya akan semakin intensif pelaksanaannya.
Hal tersebut di atas adalah gambaran-gambaran masyarakat modern yang obsesi keduniaannya tampak lebih dominan ketimbang spritual. Kemajuan teknologi sains dan segala hal yang bersifat duniawi jarang disertai dengan nilai spiritual.
• Menurut Sayyed Hossein Nasr, seorang ilmuwan kenamaan dari Iran, berpandangan bahwa manusia modern dengan kemajuan teknologi dan pengetahuaannya telah tercebur ke dalam lembah pemujaan terhadap pemenuhan materi semata namun tidak mampu menjawab problem kehidupan yang sedang dihadapinya. Kehidupan yang dilandasi kebaikan tidaklah bisa hanya bertumpu pada materi melainkan pada dimensi spiritual. Jika hal tersebut tidak diimbangi akibatnya jiwa pun menjadi kering, dan hampa. Semua itu adalah pengaruh dari sekularisme barat, yang manusia-manusianya mencoba hidup dengan alam yang kasat mata.
• Menurut Nashr, manusia barat modern memperlakukan alam seperti pelacur, mereka menikmati dan mengeksploitasi alam demi kepuasan dirinya tanpa rasa kewajiban dan tanggung jawab apa pun. Nashr melihat, kondisi manusia modern sekarang mengabaikan kebutuhannya yang paling mendasar dan bersifat spiritual, mereka gagal menemukan ketentraman batin, yang berarti tidak ada keseimbangan dalam diri. Hal ini akan semakin parah apabila tekanannya pada kebutuhan materi semakin meningkat sehingga keseimbangan semakin rusak. Oleh karena itu, manusia memerlukan agama untuk mengobati krisis yang dideritanya. Dari sikap mental yang demikian itu kehadiran iptek telah melahirkan sejumlah problematika masyarakat modern, sebagai berikut :
1. Desintegrasi ilmu pengetahuan
2. Kepribadian yang Terpecah
3. Penyalahgunaan Iptek
4. Pendangkalan Iman
5. Pola Hubungan Materialistis
6. Menghalalkan Segala Cara
7. Stres dan Frustasi
8. Kehilangan Harga Diri dan Masa Depannya
9. Perlunya Pengembangan Akhlak Tasawuf
BAB, III.
8. PENUTUP
KRITIK DAN SARAN :
Ajaran dalam tasawuf memberikan solusi bagi kita untuk menghadapi krisis-krisis dunia. Seperti ajaran tawakkal pada Tuhan, menyebabkan manusia memiliki pegangan yang kokoh, karena ia telah mewakilkan atau menggadaikan dirinya sepenuhnya pada Tuhan. Selanjutnya sikap frustasi dapat diatasi dengan sikap ridla. Yaitu selalu pasrah dan menerima terhadap segala keputusan Tuhan. Dengan ini maka selesai sudahlah karya kami yang berjudulkan “ problematika kehidupan sosial masyarakat dan kaitannya dengan islam serta upaya penanggulanggannya” . dan tiadalah sempurna karya ini bila anda tidak memberikan keritik dan saran anda karna kemasukan sejenis apapun dari anda akan membuat kami lebih baik untuk menyusun karya-karya ilmiah di episode selanjutnya.
wassalamualaikum Wr, Wb.
Diposkan:
PUKUL: 08-3, WIB
Tgl: 29-10-2012
PROBLEMATIKA KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT DAN KAITANNYA DENGAN ISLAM SERTA UPAYA PENANGGULANGGANNYA
disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah: IAID, IBD, ISD,
semester: tiga
Dosen Pengimpu:
DISUSUN OLEH :
AHMAD MUTHOHIR
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM HASANUDDIN PARE
Jalan Kelapa
KATA PENGANTAR
Akhlak tasawuf merupakan solusi tepat dalam mengatasi krisis-krisis akibat modernisasi untuk melepaskan dahaga dan memperoleh kesegaran dalam mencari Tuhan. Intisari ajaran tasawuf adalah bertujuan memperoleh hubungan langsung dan disadari dengan Tuhan, sehingga seseorang merasa dengan kesadarannya iu brrada di hadirat-Nya.
Tasawuf perlu dikembangkan dan disosialisasikan kepada masyarakat dengan beberapa tujuan, antara lain: Pertama, untuk menyelamatkan kemanusiaan dari kebingungan dan kegelisahan yang mereka rasakan sebagai akibat kurangnya nilai-nilai spiritual. Kedua, memahami tentang aspek asoteris islam, baik terhadap masyarakat Muslim maupun non Muslim. Ketiga, menegaskan kembali bahwa aspek asoteris islam (tasawuf) adalah jantung ajaran islam.
Tarikat atau jalan rohani (path of soul) merupakan dimensi kedalaman dan kerahasiaan dalam islam sebagaimana syariat bersumber dari Al-Quran dan Al- Sunnah. Betapapun ia tetap menjadi sumber kehidupan yang paling dalam, yang mengatur seluruh organisme keagamaan dalam islam
DAFTAR ISI
BAB I:
pembahasan:
I. pengertian masalah sosial masyarakat...........................
II. macam-macam masalah sosial,.....................................
III. masalah-masalah sosial yang penting, an harus ada
penanggulangan di antaranya:.......................................
IV. permasalahan generasi muda......................................
V. stereotip peran gender................................................
VI. masyarakat modern...................................................
VII. problematika masyarakat modern................................
VIII. penutup.....................................................................
IX. kritik dan saran ........................................................
BAB I.
PEMBAHASAN:
1. Pengertian Masalah Sosial Masyarakat.
Masalah sosial adalah ketidaksesuaian antara unsur-unsur dalam kebudayaan atau masyarakat yang membahayakan hidupnya kelompok sosial atau menghambat terpenuhinya keinginan-keinginan pokok para warga kelompok sosial, sehingga menyebabkan rusaknya ikatan sosial.
Blumer (1971) dan Thompson (1988) mengatakan bahwa yang dimaksud dengan masalah sosial adalah suatu kondisi yang dirumuskan atau dinyatakan oleh suatu entitas yang berpengaruh yang mengancam nilai-nilai suatu masyarakat sehingga berdampak kepada sebagian besar anggota masyarakat dan kondisi itu diharapkan dapat diatasi melalui kegiatan bersama. Entitas tersebut dapat merupakan pembicaraan umum atau menjadi topik ulasan di media massa, seperti televisi, internet, radio dan surat kabar.
Sedangkan menurut Soerjono Soekanto, masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Salah satu penyebab utama timbulnya masalah sosial adalah pemenuhan akan kebutuhan hidup (Etzioni, 1976). Artinya jika seorang anggota masyarakat gagal memenuhi kebutuhan hidupnya maka ia akan cenderung melakukan tindak kejahatan dan kekerasan. Dan jika hal ini berlangsung lebih masif maka akan menyebabkan dampak yang sangat merusak seperti kerusuhan sosial. Hal ini juga didukung oleh pendapatnya Merton dan Nisbet (1971) bahwa masalah sosial sebagai sesuatu yang bukan kebetulan tetapi berakar pada satu atau lebih kebutuhan masyarakat yang terabaikan.
Selain itu, masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
. Faktor Penyebab Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
1) Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
2) Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
3) Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
4) Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.
BAB II
2. Macam-macam Masalah Sosial,
Dan untuk memudahkan mengamati masalah-masalah sosial, Stark (1975) membagi masalah sosial menjadi 3 macam yaitu :
(1) Konflik dan kesenjangan, seperti : kemiskinan, kesenjangan, konflik antar kelompok, pelecehan seksual dan masalah lingkungan.
(2) Perilaku menyimpang, seperti : kecanduan obat terlarang, gangguan mental, kejahatan, kenakalan remaja dan kekerasan pergaulan.
(3) Perkembangan manusia, seperti : masalah keluarga, usia lanjut, kependudukan (seperti urbanisasi) dan kesehatan seksual.
3. Masalah-Masalah Sosial yang penting, Dan harus ada penanggulangan diantaranya:
- Kemiskinan
- Kejahatan
- Disorganisasi keluarga
- Masalah generasi muda
- Peperangan
- Pelanggaran terhadap norma-norma masyarakat
- Masalah kependudukan
- Masalah lingkungan
- Birokrasi, dan lain-lain
a. Kemiskinan
Kemiskinan dan kualitas lingkungan yang rendah adalah hal yang mesti dihilangkan tetapi tidak dengan menggusur masyarakat yang telah bermukim lama di lokasi tersebut. Menggusur secara paksa adalah hanya sekedar memindahkan kemiskinan dari lokasi lama ke lokasi baru dan kemiskinan tidak akan pernah berkurang. Bagi orang yang tergusur malahan penggusuran ini akan semakin menyulitkan kehidupan mereka karena mereka mesti beradaptasi dengan lokasi pemukimannya yang baru dan penggusuran secara paksa bahkan sampai dengan adanya unsur anarkisme itu adalah melanggar hak asasi manusia yang paling hakiki dan harus dihormati bersama. Peremajaan kota yang dilakukan pada saat itu sering kali disesali oleh para ahli perkotaan saat ini karena menyebabkan timbulnya masalah sosial seperti kemiskinan perkotaan yang semakin akut, gelandangan dan kriminalitas. Menyadari kesalahan yang dilakukan masa lalu, pada awal tahun 1990-an kota-kota di Amerika Serikat lebih banyak melibatkan masyarakat miskin dalam pembangunan perkotaannya dan tidak lagi menggusur mereka untuk menghilangkan kemiskinan di perkotaan
Untuk mengatasi kemisikinan, paling tidak harus dilihat dari konteks permasalahannya. Karena kemiskinan itu sendiri timbul dari berbagai faktor yang setiap fakto memerlukan penanganan khusus, diantaranya:
1. Terbatasnya sumber daya alam, hal ini bisa diantisipasi dengan adanya onservasi dan aturan untuk mengola sumber daya alam tersebut. Karena pengolaan yang baik akan memberikan kemakmuran, sedangkan kemakmuran itu sendiri ukuran tingkat kesejahteraan suatu bangsa.
2. Terbatasnya sumber daya manusia. Sumber daya alam yang melimpah tanpa adanya pengolahan dari manusia tentu saja tidak akan bisa dimanfaatkan dan dinikmati. Sebagai contoh untuk daerah yang minim penduduk maka dari itu diadakan transmigrasi yang bertujuan selain untuk pemerataan penduduk juga untuk pengolahan sumber daya alam di daerah tersebut.
3. Terbatasnya barang modal ini salah satunya bisa diantisipasi dengan cara membuat kerja sama dengan negara yang lebih maju dan modern dalam bidang teknologi dan peradabannya.
4. Rendahnya produktivitas ini juga bisa diantisipasi dengan cara meningkatkan kualitas sumber daya manusianya dan pemanfaatan bioteknologi yang ramah lingkungan dalam pengolahan sumber daya alam sehingga bisa menghasilkan produk yang lebih unggul.
5. Rendahnya pendidikan ini bisa diantisipasi dengan cara meningkatkan kualitas pendidikan serta memberikan bantuan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan dan memberikan keterampilan dalam bidang tertentu sehingga masyarakat dari kalangan kurang mampu pun juga bisa berkarya dan mengolah sumber daya alam yang ada.
b. Pendidikan
Masalah pendidikan seringkali dicermati sebagai masalah teknis belajar mengajar dalam ruang lingkup kelas yang terbatas, kebijakan pendidikan nasional serta fasilitas pendidikan. Masalah pendidikan jarang dicermati dalam bentuk kekuatan kelembagaan sekolah, interaksi kelembagaan sekolah dengan masyar, interaksi birokrasi pendidikan, pengaruh kelembagaan pendidikan tradisional dan pengaruh swadaya masyarakat dalam upaya peningkatan pendidikan
Pendidikan adalah kunci bagi pemecahan masalah-masalah sosial dan melalui pendidikan masyarakat dapat direkonstruksi. Rekonstruksi berarti reformasi budaya, dengan melalui pendidikan reformasi dapat dijalankan, terutama reformasi budi pekerti, reformasi kebudayaan (keindonesiaan), dan reformasi nasionalisme (NKRI).Tolstoy berpendapat sasaran puncak pendidikan ada di luar pendidikan (Achambault, dalam Freire, 2001:491), yaitu kebudayaan. Tolstoy beranggapan nilai-nilai masyarakat “beradab” akan tetap bertahan meski dihujani aneka ragam konflik atau ajang klaim-klaim yang saling bertentangan. Pendidikan yang dinginkan masyarakat ialah proses pendidikan yang bisa mempertahankan dan meningkatkan keselarasan hidup dalam pergaulan manusia. Konsep sosialisasi pendidikan yang dapat diterapkan adalah cara berhubungan antar individu atau antar kelompok atau individu dengan kelompok yang menimbulkan bentuk hubungan tertentu. Sekolah dapat dijadikan sarana pembauran multietnik. Guru harus membina siswa agar bisa memiliki kebiasaan hidup yang harmonis, bersahabat, dan akrab dengan sesama teman dari berbagai latar belakang etnik. Proses pembelajaran di kelas multietnik dapat menghasilkan peradaban baru sesuai dengan harapan reformasi. Untuk ini, dapat dipakai teori, model, strategi pengajaran multietnik sebagai sarana menjalankan reformasi pendidikan dan kebudayaan (lihat Wakhinudin, 2006). Implementasi strategi pengajaran multietnik di kelas hendaklah bertujuan pembentukan peradaban bangsa Indonesia yang mulia. Sampai saat ini, pengajaran multietnik belum dilegalisasikan oleh pemerintah. Pengajaran bahasa daerah dilaksanakan dalam format restorasi (menjaga bahasa/budaya dari kepunahan) dan bukan dalam format pluralisme (mengakui perbedaan bahasa). Dengan format tersebut, pengajaran bahasa daerah lebih terkesan otoriter dan cenderung mengabaikan fakta keragaman etnik di dalam kelas.
c. Pengangguran
Dalam indikator ekonomi makro ada tiga hal terutama yang menjadi pokok permasalahan ekonomi makro. Pertama adalah masalah pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi dapat dikategorikan baik jika angka pertumbuhan positif dan bukannya negatif. Kedua adalah masalah inflasi. Inflasi adalah indikator pergerakan harga-harga barang dan jasa secara umum, yang secara bersamaan juga berkaitan dengan kemampuan daya beli. Inflasi mencerminkan stabilitas harga, semakin rendah nilai suatu inflasi berarti semakin besar adanya kecenderungan ke arah stabilitas harga. Namun masalah inflasi tidak hanya berkaitan dengan melonjaknya harga suatu barang dan jasa. Inflasi juga sangat berkaitan dengan purchasing power atau daya beli dari masyarakat. Sedangkan daya beli masyarakat sangat bergantung kepada upah riil. Inflasi sebenarnya tidak terlalu bermasalah jika kenaikan harga dibarengi dengan kenaikan upah riil. Masalah ketiga adalah pengangguran. Memang masalah pengangguran telah menjadi momok yang begitu menakutkan khususnya di negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Negara berkembang seringkali dihadapkan dengan besarnya angka pengangguran karena sempitnya lapangan pekerjaan dan besarnya jumlah penduduk. Sempitnya lapangan pekerjaan dikarenakan karena faktor kelangkaan modal untuk berinvestasi. Masalah pengangguran itu sendiri tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang namun juga dialami oleh negara-negara maju. Namun masalah pengangguran di negara-negara maju jauh lebih mudah terselesaikan daripada di negara-negara berkembang karena hanya berkaitan dengan pasang surutnya business cycle dan bukannya karena faktor kelangkaan investasi, masalah ledakan penduduk, ataupun masalah sosial politik di negara tersebut.
Sedangkan solusi untuk mengatasi pengangguran yang dapat ditempuh, antara lain:
1. Ada atau tersedianya lapangan kerja disebabkan oleh adanya pertumbuhan ekonomi karena setiap pertumbuhan ekonomi satu persen(1%) akan memicu terserapnya 400.000 orang tenaga kerja.
2. Dibutuhkannya Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri adalah kesempatan emas terciptanya peluang untuk bekerja.
3. Ekspansi usaha. Ekspansi usaha tidak dilakukan begitu saja. Salah satu penyebabnya adalah adanya efisiensi dan efektivitas usaha yang tinggi.
4. Adanya jaminan tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja.
4. Permasalahan generasi muda
Lebih dari separuh jumlah penduduk indonesia berusia di bawah 19 tahun. Dalam keadaan seperti ini nampak jelas bahwa masalah generasi muda bukanlah masalah dalam lingkup kecil dan terbatas. Generasi muda saat ini menempati posisi yang strategis dan khas karena merekalah yang paling terkena oleh perkembangan zaman, dan pastilah mereka akan terlibat dalam arus zaman tersebut.
Berbagai permasalahan generasi muda yang muncul pada saat ini, antara lain sebagai berikut:
a. Menurunnya jiwa idealisme, patriotisme dan nasionalisme di kalangan masyarakat termasuk jiwa pemuda.
b. Kurangnya kepastian yang dialami oleh pemuda terhadap masa depannya.
c. Belum seimbangnya antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia.
d. Kurangnya lapangan dan kesempatan kerja serta tingginya tingkat pengangguran di kalangan generasi muda sehingga menurunnya tingkat produktivitas.
Dan dalam hal ini perlu adanya pembinaan dan pengembangan generasi muda, yang meliputi dua pengertian pokok, yaitu:
a. Generasi muda sebagai subjek pembinaan dan pengembangan yang bertujuan untuk melibatkannya dalam menyelsaikan permasalah yang ada.
b. Generasi muda sebagai objek pembinaan dan pengembangan yang bertujan untuk melatih dan mendidik para generasi muda supaya bisa mandiri dan berkembang.
5. Stereotip peran gender,
Myers (2002) menjelaskan bahwa stereotip adalah suatu bentuk keyakinan yang dimiliki oleh seseorang atau suatu kelompok tentang atribut personal yang ada pada suatu kelompok tertentu. Dalam kehidupan sosial nyata, stereotip peran gender dalam kehidupan masyarakat sebagai sebuah bentuk keyakinan sering bersifat tidak akura, generalisasi berlebihan dan memberikan penolakan terhadap keberadaan atribut sebuah kelompok yang berlawanan dengan keyakinan awal. Contoh fenomena stereotip peran gender adalah seorang pemimpin yang berhasil di Indonesia seringkali diidentikkan dengan peran laki-laki. Dalam kenyataan masa milennium, stereotip peran gender berhasil identik dengan laki-laki perlu dipertanyakan karena banyak pemimpin perempuan di indonesia terbukti cukup berhasil melaksanakan tugas kepemimpinannya di berbagai bidang, seperti bidang pemerintahan, bisnis, maupun pendidikan.
Dalam upaya untuk mencapai kesetaraan gender dapat dilakukan dengan melalui proses rekayasa sosialisasi atau resosialisasi pemahaman masyarakattentang eksistensi peran laki-laki dan perempuan dalam masyarakat yang lebih seimbang. Keseimbangan itu diperlukan agar tercapai tujuan kemitraan koperatif antara gender laki-laki dan perempuan.
6. Masyarakat Modern,
Masyarakat modern terdiri dari dua kata, yaitu masyarakat dan modern. Masyarakat adalah pergaulan hidup manusia (himpunan orang yang hidup bersama di suatu tempat dengan ikatan-ikatan aturan tertentu). Sedangkan modern diartikan yang terbaru, secara baru, mutakhir. Jadi masyarakat modern berarti suatu himpunan yang hidup bersama di suatu tempat dengan ikatan-ikatan aturan tertentu yang bersifat mutakhir.
Menurut Deliar Noer ada 5 ciri-ciri masyarakat modern sebagai berikut :
1. Bersifat rasional,
2. Berpikir untuk masa depan yang lebih jauh,
3. Menghargai waktu,
4. Bersikap terbuka,
5. Berpikir objektf.
Dalam pada itu, Alfin Toffler, sebagai dikemukakan oleh Jalaludin Rahmat, membagi masyarakat ke dalam tiga bagian. Yaitu masyarakat pertanian (Agricultural Society), masyarakat industri (Industrial Society), dan masyarakat infomasi (Informatical Society).
Masyarakat pertanian, ekonominya bertumpu pada tanah /sumber alam. Teknologi yang digunakan adalah teknologi kecil seperti pompa penyemprot hama, racun tikus, dan sebagainya. Informasi yang mereka gunakan adalah media tradisional, dari mulut ke mulut, bersifat lokal, dan informasi terpusat pada salah seorang yang dianggap tokoh. Dari segi kejiwaan, mereka banyak menggunakan kekuatan yang bersifat irrasional, seperti penanganan masalah dengan cara pergi ke dukun.
Selanjutnya masyarakat industri berbeda dengan masyarakat pertanian. Modal dasar berupa peralatan produksi dan mesin-mesin produksi. Teknologi yang digunakan adalah teknologi tinggi. Informasi yang mereka gunakan sudah menggunakan media cetak atau tulisan yang dapat disimpan oleh siapa saja. Secara kejiwaan, mereka adalah manusia yang cerdas, berilmu pengetahuan, menguasai teknologi, dan berpikir untuk hidup secara makmur dalam bidang materi.
Yang ketiga adalah masyarakat informasi, yang paling menentukan dalam masyarakat informasi adalah orang-orang yang paling banyak memiliki informasi. Dari segi teknologi, masarakat informasi menggunakan teknologi elektronika. Penggunaan teknologi elektronika telah mengubah lingkungan informasi dari yang bersifat lokal dan nasional kepada lingkungan yang bersifat internasional, mendunia, dan global. Secara kejiwaan, mereka adalah manusia yang serba ingin tahu, mampu menjelaskan, dan imajinatif.
7. Problematika Masyarakat Modern,
Kemajuan di bidang teknologi pada zaman modern ini telah membawa manusia ke dalam dua sisi, yaitu bisa memberi nilai tambah (positif), tapi pada sisi laian dapat mengurangi (negatif).
Efek positifnya tentu saja akan menigkatkan keragaman budaya melalui penyediaan informasi yang menyeluruh sehingga memberikan orang kesempatan untuk mengembangkan kecakapan-kecakapan baru dan meningkatkan produksi. Sedangkan efek negatifnya kemajuan teknologi akan berbahaya jika berada di tangan orang yang secara mental dan keyakinan agama belum siap. Mereka dapat menyalahgunakan teknologi untuk tujuan-tujuan yang destruktif dan mengkhawatirkan. Misalnya penggunaan teknologi kontrasepsi dapat menyebabkan orang dengan mudah dapat melakukan hubungan seksual tanpa harus takut hamil atau berdosa. Jaringan-jaringan peredaran obat-obat terlarang, tukar menukar informasi, penyaluran data-data film yang berbau pornografi di bidang teknologi komunikasi seperti komputer, faximile, internete, dan sebagainya akan semakin intensif pelaksanaannya.
Hal tersebut di atas adalah gambaran-gambaran masyarakat modern yang obsesi keduniaannya tampak lebih dominan ketimbang spritual. Kemajuan teknologi sains dan segala hal yang bersifat duniawi jarang disertai dengan nilai spiritual.
• Menurut Sayyed Hossein Nasr, seorang ilmuwan kenamaan dari Iran, berpandangan bahwa manusia modern dengan kemajuan teknologi dan pengetahuaannya telah tercebur ke dalam lembah pemujaan terhadap pemenuhan materi semata namun tidak mampu menjawab problem kehidupan yang sedang dihadapinya. Kehidupan yang dilandasi kebaikan tidaklah bisa hanya bertumpu pada materi melainkan pada dimensi spiritual. Jika hal tersebut tidak diimbangi akibatnya jiwa pun menjadi kering, dan hampa. Semua itu adalah pengaruh dari sekularisme barat, yang manusia-manusianya mencoba hidup dengan alam yang kasat mata.
• Menurut Nashr, manusia barat modern memperlakukan alam seperti pelacur, mereka menikmati dan mengeksploitasi alam demi kepuasan dirinya tanpa rasa kewajiban dan tanggung jawab apa pun. Nashr melihat, kondisi manusia modern sekarang mengabaikan kebutuhannya yang paling mendasar dan bersifat spiritual, mereka gagal menemukan ketentraman batin, yang berarti tidak ada keseimbangan dalam diri. Hal ini akan semakin parah apabila tekanannya pada kebutuhan materi semakin meningkat sehingga keseimbangan semakin rusak. Oleh karena itu, manusia memerlukan agama untuk mengobati krisis yang dideritanya. Dari sikap mental yang demikian itu kehadiran iptek telah melahirkan sejumlah problematika masyarakat modern, sebagai berikut :
1. Desintegrasi ilmu pengetahuan
2. Kepribadian yang Terpecah
3. Penyalahgunaan Iptek
4. Pendangkalan Iman
5. Pola Hubungan Materialistis
6. Menghalalkan Segala Cara
7. Stres dan Frustasi
8. Kehilangan Harga Diri dan Masa Depannya
9. Perlunya Pengembangan Akhlak Tasawuf
BAB, III.
8. PENUTUP
KRITIK DAN SARAN :
Ajaran dalam tasawuf memberikan solusi bagi kita untuk menghadapi krisis-krisis dunia. Seperti ajaran tawakkal pada Tuhan, menyebabkan manusia memiliki pegangan yang kokoh, karena ia telah mewakilkan atau menggadaikan dirinya sepenuhnya pada Tuhan. Selanjutnya sikap frustasi dapat diatasi dengan sikap ridla. Yaitu selalu pasrah dan menerima terhadap segala keputusan Tuhan. Dengan ini maka selesai sudahlah karya kami yang berjudulkan “ problematika kehidupan sosial masyarakat dan kaitannya dengan islam serta upaya penanggulanggannya” . dan tiadalah sempurna karya ini bila anda tidak memberikan keritik dan saran anda karna kemasukan sejenis apapun dari anda akan membuat kami lebih baik untuk menyusun karya-karya ilmiah di episode selanjutnya.
wassalamualaikum Wr, Wb.
Diposkan:
PUKUL: 08-3, WIB
Tgl: 29-10-2012
Langganan:
Postingan (Atom)